MBG Bukan Sekadar Program, Ini Gerakan Nasional: BGN Tantang Dunia Usaha Bangun Dapur Gizi untuk 82,9 Juta Rakyat
Oleh : Drs.H.Marlis,MM,C.Med ( Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar )
Padang, 16 Januari 2026 – Pernyataan tegas Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa model bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan dijamin APBN bukan sekadar kabar baik. Ia adalah panggilan sejarah bagi dunia usaha, mitra sosial, dan seluruh komponen bangsa untuk ikut mengambil peran dalam gerakan gizi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Dengan alokasi APBN 2026 sebesar Rp 335 triliun, melonjak tajam dari Rp 71 triliun pada 2025, negara tidak lagi ragu: pemenuhan gizi rakyat adalah prioritas utama pembangunan nasional. Dan Badan Gizi Nasional (BGN) berdiri di garda terdepan sebagai orkestrator kebijakan, pengawas mutu, sekaligus penjaga keberlanjutan program.
BGN: Dari Program Sosial Menjadi Ekosistem Ekonomi Nasional
BGN tidak memandang MBG semata sebagai program bantuan sosial. Lebih dari itu, MBG dirancang sebagai ekosistem ekonomi riil yang melibatkan:
Dapur-dapur SPPG di seluruh Indonesia
Petani, peternak, nelayan, UMKM pangan lokal
Tenaga kerja lokal: chef, ahli gizi, relawan, logistik
Dunia usaha dan investor nasional
Model SPPG yang menggunakan pembayaran di muka sebelum produksi, sebagaimana ditegaskan Airlangga, adalah lompatan besar dalam tata kelola program pemerintah. Cash flow terjaga, risiko usaha ditekan, dan keberlanjutan operasional menjadi nyata.
> “Ini bukan proyek yang menunggu dana cair, tapi sistem yang memastikan produksi berjalan dengan arus kas sehat,” itulah esensi kebijakan BGN.
Rp 335 Triliun: Ujian Keberanian, Bukan Sekadar Angka
Jika dibagi per kuartal, hampir Rp 80 triliun mengalir setiap tiga bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi 82,9 juta penerima manfaat: balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan peserta didik.
Bagi BGN, angka ini adalah tantangan besar:
Apakah dapur SPPG siap secara higienis (SLHS)?
Apakah seluruh proses halal dan terstandar?
Apakah mitra memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen jangka panjang?
BGN menegaskan: uang negara hanya untuk dapur yang siap, patuh, dan profesional. Tidak ada ruang bagi spekulasi, main-main, apalagi setengah hati.
Ajakan Terbuka BGN: Siapkah Anda Menjadi Bagian Sejarah? Di hadapan Kadin Indonesia, pesan itu jelas: MBG adalah peluang besar, tapi hanya untuk mereka yang berani, disiplin, dan berpihak pada rakyat. BGN menantang dunia usaha: Berinvestasi pada dapur gizi, bukan sekadar mencari margin
Membangun rantai pasok lokal yang adil dan berkelanjutan
Menjadikan MBG sebagai ladang pengabdian sekaligus pertumbuhan,Karena di balik setiap porsi makan bergizi, ada masa depan anak bangsa yang sedang dibangun.
MBG adalah Jalan Menuju Indonesia Emas
Dengan jaminan APBN, model bisnis yang sehat, dan kepemimpinan kebijakan dari BGN, MBG bukan proyek sementara. Ia adalah pondasi Indonesia Emas 2045.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah MBG aman, tetapi: siapkah kita menjawab tantangan besar ini bersama BGN? Karena sejarah tidak ditulis oleh mereka yang ragu, melainkan oleh mereka yang berani melayani negeri. (*/ Marlis – Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar )




