spot_img
spot_img

Lansia di Pasaman Diduga Dikeroyok Pekerja Tambang Ilegal

PASAMAN, ALINIANEWS.COM — Seorang lanjut usia (lansia) bernama Saudah menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah pekerja tambang emas ilegal di Jorong VI Lubuk Aro, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Tuanku Imam Bonjol.

Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat, S.H., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Fion Joni Hayes, S.H., M.M., menjenguk langsung korban di rumah sakit, Minggu (4/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya.

“Korban menjadi perhatian kami. Kasus ini sedang ditangani dan akan kami proses secara tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKBP Muhammad Agus Hidayat di sela kunjungan.

Iklan

Berdasarkan keterangan awal korban kepada penyidik, insiden penganiayaan bermula saat korban kehabisan air di rumahnya yang berlokasi di Jorong VI Lubuk Aro. Korban kemudian menuju sungai yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk mencari air.

Namun, setibanya di lokasi sungai, korban bertemu dengan sejumlah pekerja tambang ilegal. Diduga terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada tindak kekerasan. Korban mengaku dikeroyok secara bersama-sama oleh lebih dari empat orang hingga terjatuh dan mengalami luka-luka.

Korban akhirnya mendapat pertolongan dari warga dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

BACA JUGA  Pompa Dosing IPA Gunung Pangilun Rusak, Perumda AM Padang Minta Maaf atas Gangguan Air Keruh

Kapolres Pasaman menegaskan, dugaan pengeroyokan tersebut saat ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman. Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan alat bukti untuk mengungkap identitas para terduga pelaku.

“Kami juga mendalami aktivitas tambang ilegal di lokasi kejadian. Tidak hanya penganiayaan, aspek tambang ilegalnya juga menjadi fokus penyelidikan. Kami pastikan perkara ini diusut sampai tuntas,” tegas Kapolres.

Selain penegakan hukum, kepolisian turut memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis korban dan keluarganya sebagai bagian dari upaya trauma healing.

Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian. Mereka berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan serius aparat penegak hukum sekaligus peringatan keras terhadap aktivitas tambang ilegal yang kerap memicu konflik sosial dan membahayakan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses