Menko Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi persiapan peluncuran 80 ribu Koperasi Desa)Kel di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pemerintah resmi mengundurkan jadwal peluncuran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari Sabtu, 19 Juli 2025 menjadi Senin, 21 Juli 2025. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan perubahan jadwal ini agar seluruh pemangku kepentingan bisa hadir pada hari kerja dan tak perlu melakukan dua kali kerja sosialiasi.
“Awalnya rencana tanggal 19. Tapi itu hari Sabtu. Presiden ingin penjelasan bisa diikuti semua pihak. Kalau Sabtu banyak yang kunjungan ke daerah. Jadi kita undur ke Senin, biar enggak kerja dua kali,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Acara peluncuran Kopdes Merah Putih secara nasional dijadwalkan berlangsung di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Zulhas menyebut lokasi ini dipilih karena posisi strategis Jawa Tengah sebagai “sentral” penggerak pembangunan desa.
“Jawa Tengah ini sentral. Jadi kalau maju semua, maju,” katanya.
Bunga Rendah, Model Bisnis Nyata
Zulhas memastikan bahwa pembiayaan Kopdes Merah Putih dapat diajukan melalui bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), dengan bunga yang disamakan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), yakni 6%.
“Bunga KUR minimal 6%, (dipatok) 6%,” kata Zulhas saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat.
Tak hanya soal pembiayaan, Zulhas menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi berbasis APBN yang kerap macet. Pemerintah kini menekankan pendekatan model bisnis berbasis kebutuhan nyata di desa seperti distribusi sembako, gas LPG 3 kilogram, dan pupuk.
“Kita mau usahanya dulu yang dipikirkan, bukan uangnya dulu. Misal sembako, jual LPG 3 kilogram, pupuk. Ini memotong rantai pasok yang panjang banget sampai delapan layer,” jelasnya.
Menurut Zulhas, rantai distribusi yang terlalu panjang membuat harga-harga kebutuhan pokok di desa kerap membengkak. Dengan keberadaan Kopdes, diharapkan harga jadi lebih terjangkau.
Layanan Multifungsi, Hadirkan Bank Hingga Kantor Pos
Selain sembako dan kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih juga dirancang menjadi pusat layanan masyarakat. Mulai dari gerai LPG, pupuk, warung sembako, hingga layanan perbankan seperti BRILink, BNILink, MandiriLink, bahkan layanan Kantor Pos.
“Kalau tidak, pinjol dan tengkulak itu yang berkembang di desa,” ucap Zulhas, menggarisbawahi pentingnya keberadaan koperasi sebagai solusi pembiayaan alternatif.
Hingga 1 Juli 2025, pemerintah telah mencatat ada 103 Kopdes Merah Putih yang beroperasi tanpa dana APBN. Zulhas menekankan bahwa modal usaha akan difasilitasi lewat plafon pinjaman, bukan hibah tunai.
“Kalau usahanya sudah untung, baru kita pikirkan modal. Modalnya bukan dibagi duitnya, tapi plafon pinjaman lewat Bank Himbara,” tegasnya.
Seremonial Nasional dan Langkah Tiga Tahun ke Depan
Seremonial peluncuran nasional Kopdes Merah Putih pada 21 Juli mendatang akan melibatkan 83 ribu kepala desa dan lurah, 80 ribu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), 514 bupati, dan 38 gubernur se-Indonesia. Di lokasi utama di Klaten, diperkirakan akan hadir 10.000 orang, termasuk 8.000 kepala desa dan lurah se-Jawa Tengah.
“Kita ingin penjelasan presiden itu bisa diketahui, diikuti oleh semua pihak agar nggak dua kali kita kerja kan, baik gubernur maupun bupati, wali kota, kepala desa, DPD,” tutur Zulhas.
Ke depan, Kopdes Merah Putih juga akan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari peternakan, desa wisata, hingga kuliner dan kerajinan. Kepala desa akan berperan sebagai penanggung jawab dan dewan pengawas koperasi.
“Tiga tahun itu perlu pembinaan, kan baru. Perlu dibina, dibimbing agar Kopdes Merah Putih bisa berjalan dengan baik,” pungkas Zulhas.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam rapat persiapan peluncuran, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga turut ambil bagian. (*/rel)




