ALINIANEWS.COM (Jakarta) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin mengusulkan inovasi pembiayaan program makan bergizi gratis (MBG) melalui pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Menurutnya, gotong royong dan kedermawanan adalah DNA masyarakat Indonesia yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sih melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa nggak ini justru kita manfaatkan juga?” ujar Sultan dalam Sidang Paripurna Ke-10 DPD RI di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dia menyarankan agar dana zakat yang besar dikelola oleh lembaga ZIS, seperti Badan Zakat Nasional (BAZNAS), serta organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, untuk turut membiayai program MBG. Menurut Sultan, ini dapat meringankan beban anggaran pemerintah yang terbatas.

“Bagi kami, dalam program MBG terkandung misi kemanusiaan yang universal. Bagi sebagian besar anak-anak Indonesia di daerah, program MBG menjadi kebutuhan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Sabtu, 11 Januari 2025.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti tantangan besar dalam pendanaan program ini. Dengan anggaran sebesar Rp 71 triliun, program MBG hanya dapat berjalan hingga Juni 2025. Zulhas mengungkapkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan sepanjang tahun, diperlukan tambahan Rp 420 triliun, angka yang sangat besar bagi anggaran negara, dikutip dari detik.com.
“Kalau tahun depan mau semua dari Januari, maka perlu anggaran Rp 420 triliun. Bayangkan, belanja makanan sebesar itu setiap tahun. Ini tentu memerlukan upaya yang sangat besar,” jelas Zulhas dalam rapat koordinasi di Surabaya, Selasa, (7/12025).
Zulhas juga menyebutkan pentingnya memastikan pasokan pangan dalam negeri mencukupi untuk mendukung kelangsungan MBG. Jawa Timur, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, diproyeksikan menjadi model dalam persiapan produksi pangan yang memadai.
Program MBG, dengan misi kemanusiaannya, dianggap vital untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya di daerah terpencil. Namun, tantangan anggaran dan pelaksanaannya memerlukan solusi kreatif dan kolaborasi lintas sektor. (at)




