“Ketika Sumatera Terluka, KPPG Pekanbaru ambil inisiatif untuk berbagi”
Padang, 14 Desember 2025 – KPPG Pekanbaru Menggugah Nurani Lewat Open Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Barat
Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat telah meninggalkan duka mendalam. Rumah-rumah rusak, harta benda hanyut, dan tidak sedikit warga yang harus bertahan di tengah keterbatasan, kehilangan tempat tinggal serta rasa aman. Di balik lumpur dan puing-puing bencana, ada tangisan anak-anak, ada kecemasan para ibu, dan ada harapan yang nyaris padam.

Namun di saat-saat paling gelap itulah, cahaya kemanusiaan kembali menyala.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN), menunjukkan kepedulian nyata dengan menggelar Open Donasi Kemanusiaan bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana. Gerakan ini bukan sekadar penggalangan dana, melainkan panggilan nurani—bahwa penderitaan saudara sebangsa adalah tanggung jawab bersama.
Open donasi ini diperpanjang hingga 19 Desember 2025, sebagai bentuk komitmen agar semakin banyak masyarakat yang bisa ikut berpartisipasi dan berbagi kepedulian.
Solidaritas Lintas Provinsi
Sebagai wilayah kerja yang mencakup Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, KPPG Pekanbaru memandang bencana ini bukan sekadar tragedi daerah, melainkan luka kolektif Sumatera. Bantuan yang dihimpun akan disalurkan untuk meringankan beban para korban, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan dasar.
Di tengah berbagai tantangan, langkah KPPG Pekanbaru menjadi bukti bahwa negara hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui empati dan aksi nyata.
Statemen Kepala KPPG Pekanbaru
Kepala KPPG Pekanbaru, dr.Syartiwidya yg lebih akrap disapa Widya, menyampaikan pesan yang sarat empati dan keprihatinan mendalam:
> “Kami sangat merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Bencana ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga tentang kehilangan rasa aman dan masa depan sementara waktu. Melalui open donasi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meringankan beban mereka. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, insya Allah akan menjadi harapan besar bagi para korban.”
Widya juga menegaskan bahwa donasi yang terkumpul adalah bentuk solidaritas dan doa yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
> “Setiap rupiah yang dititipkan adalah doa, adalah kepedulian, dan adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri. Kami percaya, dengan kebersamaan, luka ini bisa perlahan disembuhkan.”
Ajakan Kemanusiaan
KPPG Pekanbaru mengimbau seluruh elemen masyarakat—ASN, pelaku usaha, komunitas, dan individu—untuk tidak berpaling dari penderitaan para korban.
Bencana boleh merobohkan rumah, tetapi jangan sampai merobohkan kepedulian.
Open donasi ini menjadi ruang bagi siapa pun untuk berbuat baik, untuk berbagi, dan untuk menguatkan sesama anak bangsa.
Karena Kemanusiaan Tidak Pernah Menunggu
Di tengah musibah, kepedulian adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan. Apa yang dilakukan KPPG Pekanbaru hari ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi tentang menjaga martabat, harapan, dan semangat hidup masyarakat Sumatera Barat.
Saat Sumatera terluka, mari kita hadir. Saat saudara kita jatuh, mari kita ulurkan tangan. Karena bersama, kita selalu lebih kuat. (*/ Marlis )




