spot_img
spot_img

KCIC Siap Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Sikap tersebut disampaikan ketika lembaga antirasuah itu tengah mendalami potensi penyimpangan, terutama pada proses pengadaan lahan di sepanjang jalur kereta.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan akan bersikap kooperatif terhadap setiap agenda pemeriksaan.

“Kita menghormati semua proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Baik KCIC maupun PSBI sangat terbuka dan siap kooperatif,” ujar Eva saat ditemui di Padalarang, Bandung Barat, Senin (8/12/2025).

Iklan

Eva memastikan manajemen KCIC tidak akan menghindar jika dipanggil oleh KPK. Ia menegaskan, perusahaan siap memberikan keterangan kapan pun diperlukan.

“Pasti kalau dipanggil KPK kita siap. Kita kan menghormati proses hukum dan bakal kooperatif,” tegasnya.

Terkait penyelidikan pengadaan lahan—isu yang menjadi sorotan utama—Eva menyatakan KCIC menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada KPK. “Itu domain KPK, jadi biar mereka yang mengusut,” katanya.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, sebelumnya mengungkapkan bahwa penyelidikan saat ini difokuskan pada status lahan di sepanjang rute kereta cepat. Menurutnya, terdapat banyak titik yang diduga mengandung potensi penyimpangan dalam proses pengadaannya.

“Kami lebih mendalami lokasi-lokasi di sepanjang rute rel kereta itu, karena banyak itu ya,” ujar Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

BACA JUGA  DPW HMD Gemas Sumbar Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Perlindungan terhadap Mitra MBG

Selain itu, KPK juga mendalami status tanah di kawasan Stasiun Halim, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan aset TNI Angkatan Udara.

“Ini yang sedang kami dalami, apakah tanah yang lokasinya di Halim adalah milik TNI AU atau bukan. Ini belum pasti,” kata Setyo.

Dugaan kejanggalan pada proyek KCJB semakin mencuat setelah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyinggung perbedaan mencolok biaya pembangunan kereta cepat antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam video di kanal YouTube pribadinya (14/10/2025), Mahfud menyebut biaya pembangunan Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS per kilometer, sementara di Tiongkok hanya sekitar 17–18 juta dolar AS.

“Naik tiga kali lipat,” ujar Mahfud kala itu. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan penggelembungan anggaran tersebut.

Hingga kini, KPK terus memetakan lokasi-lokasi strategis di sepanjang jalur kereta cepat serta mendalami aspek pengadaan lahan yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara. Lembaga antirasuah tersebut belum mengumumkan pihak yang berstatus tersangka maupun besaran potensi kerugian negara.

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, yang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis nasional, kembali berada dalam sorotan publik seiring perkembangan penyelidikan yang dilakukan KPK. KCIC menegaskan akan mendukung penuh upaya penegakan hukum untuk memastikan proyek berjalan transparan dan akuntabel. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses