ALINIANEWS.COM –Di tengah kebutuhan zaman yang menuntut generasi muda menguasai bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global, kehadiran Kampung Inggris Alinia di Dharmasraya, Sumatera Barat, menjadi napas segar bagi dunia pendidikan daerah. Terlebih, kerja sama strategis yang baru saja dijalin antara Kampung Inggris Alinia dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) dan Politeknik Negeri Padang menandai awal babak baru kolaborasi akademik dan pelatihan vokasional yang berdampak langsung bagi anak-anak muda di ranah Minang.
Kerja sama ini bukan sekadar MoU formalitas, tapi menjanjikan sebuah gerakan bersama untuk membuka ruang-ruang belajar yang lebih kontekstual, inklusif, dan aplikatif. Dalam skemanya, Kampung Inggris Alinia menghadirkan para alumni Sastra Inggris sebagai tutor yang akan langsung terjun ke sekolah-sekolah mitra, memberikan pelatihan intensif selama tiga bulan. Di akhir pelatihan, siswa akan mengikuti sesi pemantapan selama seminggu di Alinia Park and Resort, dalam suasana alam yang edukatif dan mendukung tumbuhnya keberanian berbahasa Inggris secara aktif.
Apa dampak positif dari inisiatif ini bagi generasi muda Sumatera Barat?

Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Bahasa
Pertama, tentu soal akses. Tak semua sekolah di Sumbar memiliki guru bahasa Inggris yang mumpuni, apalagi yang menguasai metode pengajaran komunikatif berbasis praktik. Kehadiran tutor profesional dari Alinia mengisi kekosongan itu. Program ini menjembatani jurang antara kebutuhan penguasaan bahasa Inggris dan keterbatasan tenaga pengajar di banyak daerah.
Menyiapkan Generasi Siap Bersaing
Kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi syarat minimum untuk memasuki banyak bidang kerja dan pendidikan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kampung Inggris Alinia memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi dunia global—bukan dengan pendekatan klasikal semata, tapi melalui praktik, keberanian bicara, diskusi aktif, dan pembiasaan dalam suasana yang alami.

Wadah Magang dan Karier bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa Sastra Inggris Unand kerja sama ini adalah peluang besar. Mereka bisa magang, KKN, atau praktik kerja di lapangan, sekaligus memperluas jejaring. Sementara bagi alumni, menjadi tutor di Alinia bukan hanya tempat kerja, tapi juga ruang pengabdian ilmu sekaligus sarana profesionalisasi diri.
Menyemai Semangat Globalisme Berakar Lokal
Dalam kerja sama ini, kita melihat wajah pendidikan yang bukan hanya akademik, tapi juga transformatif. Anak-anak muda diajak berpikir luas, berkomunikasi lintas budaya, tapi tetap berpijak pada jati diri. Ini sesuai dengan semangat FIB Unand: “Untuk Kedjajaan Bangsa”—sebuah harapan agar pendidikan benar-benar menjawab tantangan zaman.

Revitalisasi Potensi Daerah
Letak Alinia yang berada di Dharmasraya memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan pendidikan baru. Kampung Inggris ini bisa menjadi magnet baru, bukan hanya bagi siswa, tapi juga bagi wisata edukatif, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis pendidikan.
Pendidikan Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan
Model kerja sama ini patut diapresiasi karena membuka ruang kolaborasi yang saling menguatkan. Dunia kampus tak lagi eksklusif dengan teori, dan lembaga pelatihan tidak berjalan sendiri. Keduanya bertemu dalam semangat membangun masa depan bersama.

Kampung Inggris Alinia adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa dibangun dari daerah. Jika dikawal dengan baik, inisiatif ini akan menjadi model pembelajaran bahasa Inggris yang tak hanya melatih lidah, tapi juga membentuk karakter, keberanian, dan daya saing anak-anak muda Minangkabau. Dari Dharmasraya, cahaya baru pendidikan bahasa bisa menyala—dan menuntun Sumatera Barat menuju panggung dunia.(NAL)




