spot_img
spot_img

Israel Gempur Markas Hamas di Qatar, Hubungan Doha–Washington Retak

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke markas Hamas di Doha, Qatar, Selasa (9/9). Serangan yang disebut-sebut telah dipersiapkan berbulan-bulan ini menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk seorang anak dari negosiator utama Hamas. Aksi ini memicu kecaman keras dari Qatar, Arab Saudi, hingga Iran, serta menimbulkan tanda tanya besar soal posisi Amerika Serikat (AS).

Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan pemimpin senior Hamas yang selama ini bermarkas di Doha.

“IDF (militer Israel) dan ISA (badan keamanan) melakukan serangan tepat sasaran yang menargetkan para pemimpin senior organisasi teroris Hamas,” kata pihak Israel dilansir AFP.

Iklan

“Selama bertahun-tahun, para anggota kepemimpinan Hamas ini telah memimpin operasi organisasi teroris, bertanggung jawab langsung atas pembantaian brutal 7 Oktober (2023), dan telah mengatur serta mengelola perang melawan Negara Israel,” lanjutnya.

Serangan Rumit, Jet Tempur Siluman

CNN melaporkan serangan di kawasan elit West Bay Lagoon itu melibatkan lebih dari 10 jet tempur dengan amunisi presisi tinggi. Jet-jet tersebut menempuh jarak 2.250 km dari Israel ke Qatar dengan pengisian bahan bakar di udara.

Para analis menduga Israel mengandalkan jet siluman F-35I Adir dengan dukungan F-15I Ra’am. Rudal jarak jauh yang diluncurkan dari luar wilayah udara Qatar membuat serangan sulit terdeteksi radar.

Profesor Ahmed Hashim dari Universitas Deakin mengatakan kepada ABC bahwa “rudal Adir hampir pasti digunakan”, dengan kemampuan meluncurkan amunisi presisi dari ratusan kilometer jauhnya.

“Rudal-rudal itu akan berfungsi dari jarak yang aman,” ujarnya.
“Kecil kemungkinan jet-jet tempur itu berada tepat di atas Doha — serangan presisi itu bisa saja diluncurkan dari jauh.”

Serangan yang hanya berjarak 30 km dari Pangkalan Udara Al Udeid — markas Komando Pusat AS di Timur Tengah — menimbulkan pertanyaan besar bagaimana amunisi Israel bisa lolos dari sistem pertahanan rudal Patriot AS.

Doha Merasa Dikhianati Trump

Qatar menilai serangan Israel ini sebagai bentuk pengkhianatan dari AS. Meski Washington mengklaim telah memperingatkan Doha, pemerintah Qatar mengatakan tidak pernah menerima peringatan hingga serangan sudah terjadi.

Presiden AS Donald Trump sendiri mengaku tidak sepakat dengan langkah Israel.

“Saya tidak senang dengan seluruh situasi ini,” kata Trump.

Namun, sejumlah analis menyebut kepercayaan Qatar terhadap AS kini runtuh. HA Hellyer dari Carnegie Endowment for International Peace menilai kesepakatan miliaran dolar Doha dengan Washington tidak menjamin keamanan negara Teluk itu.

“Saya kira negara-negara itu akan bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegah serangan di masa mendatang,” ujar Hellyer kepada CNN.
“Mereka juga pasti mulai memikirkan arsitektur keamanan seperti apa yang harus mereka investasikan sekarang karena mereka tak lagi bisa mengandalkan rekan yang tak mampu melindungi mereka, bahkan dari sekutunya sendiri.”

Reaksi Keras Dunia Arab

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut seorang pasukan keamanannya tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Doha mengecam serangan tersebut yang dinilai melanggar kedaulatan negara.

Arab Saudi juga menyuarakan kecaman keras.

“Arab Saudi mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya agresi brutal Israel dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Negara Qatar,” kata Kemlu Saudi dilansir Al Jazeera.

Saudi menegaskan solidaritas penuh untuk Qatar dan memperingatkan konsekuensi serius dari serangan tersebut.

Iran ikut mengecam. Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan Israel sebagai “pelanggaran berat terhadap semua aturan dan regulasi internasional, pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial Qatar.”

Hamas menyebut enam orang tewas akibat serangan Israel, termasuk putra salah satu negosiator utama kelompok tersebut. Namun, para pemimpin senior Hamas di Doha disebut selamat.

“Kegagalan musuh untuk membunuh saudara-saudara kita dari delegasi negosiasi,” tegas Hamas dalam pernyataannya.

(*/rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses