HMD GEMAS Sumbar Imbau Mitra SPPG Hentikan Sementara Penggunaan Susu UHT dalam Menu MBG
Padang — Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (DPW HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan himbauan kepada seluruh Mitra SPPG, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional, untuk sementara waktu tidak menggunakan Susu UHT sebagai bagian dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Himbauan ini disampaikan menyusul semakin sulitnya memperoleh Susu UHT di pasaran dengan harga yang wajar, serta adanya indikasi praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang berdampak pada melonjaknya harga secara tidak rasional. Kondisi tersebut dinilai telah memberatkan Mitra SPPG dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus kualitas layanan MBG.

Ketua DPW HMD GEMAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian bersama demi menjaga stabilitas program serta mencegah meluasnya praktik ekonomi yang tidak sehat.
“Kami mengajak seluruh Mitra SPPG untuk bersikap bijak dan solid. Untuk beberapa waktu ke depan, kami menghimbau agar Susu UHT tidak digunakan terlebih dahulu dalam menu MBG. Asupan gizi dapat dialihkan ke sumber nutrisi lain yang setara dan lebih mudah diperoleh, seperti telur, ikan, tahu, tempe, serta pangan lokal bergizi lainnya, tanpa mengurangi standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Marlis.
Ia menegaskan, kebijakan ini bersifat sementara dan diambil sebagai respons atas kondisi lapangan yang tidak kondusif. Menurutnya, tujuan utama MBG adalah memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia secara adil dan berkelanjutan, bukan justru menjadi celah bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan tidak wajar.
Lebih lanjut, Marlis menambahkan bahwa soliditas para Mitra SPPG di seluruh Indonesia sangat dibutuhkan agar program strategis nasional ini tetap berjalan optimal, sekaligus dapat memberikan tekanan moral kepada pelaku penimbunan agar menghentikan praktiknya.
DPW HMD GEMAS Sumatera Barat juga mengajak seluruh Mitra SPPG untuk tetap menjaga mutu menu MBG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), dengan mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal serta memperkuat rantai pasok dari masyarakat sekitar.
“Ini bukan sekadar soal menu, tetapi tentang keberpihakan kita kepada anak-anak penerima manfaat dan kepada ekonomi rakyat. Dengan gotong royong dan integritas, kami yakin situasi ini dapat kita lewati bersama,” tutup Marlis. (*/ Redaksi )




