spot_img
spot_img

Gibran Blusukan ke Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Harapan Modal Usaha

PAPUA, ALINIANEWS.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memulai rangkaian kunjungan kerjanya di Wamena, Papua Pegunungan, dengan menyambangi Pasar Potikelek. Kunjungan ini dimanfaatkan Gibran untuk menyapa warga sekaligus mendengar langsung aspirasi para pedagang setempat.

Melansir dari Kompas.com, Gibran tiba di Pasar Potikelek sekitar pukul 08.22 WIT. Ia turun dari mobil dinas Maung dan langsung memasuki area pasar. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu disambut antusias warga yang telah menunggu sejak pagi.

Saat menyusuri lorong-lorong pasar, sejumlah warga memberikan tas dan topi noken kepada Gibran. Wapres pun langsung mengenakan topi noken di kepalanya dan menyelempangkan tas noken di tubuhnya. Selain itu, seorang warga juga memakaikan ikat kepala burung Kasuari kepada Gibran, simbol khas Papua.

Iklan

Di tengah kunjungan tersebut, sejumlah warga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah permintaan bantuan modal usaha untuk berjualan di pasar.

Koordinator Mama-Mama Pasar Potikelek, Meri Walela, menyampaikan harapan para pedagang dengan lugas di hadapan Gibran.

“Saya ingin tahu anak datang sama kami Mama Mama Papua ini di Potikelek ini tujuan anak apa?” kata Meri kepada Gibran.

Meski jawaban Gibran tidak terdengar jelas oleh awak media, respons Wapres tampaknya disambut positif. Meri bersama mama-mama pedagang lainnya langsung berteriak antusias setelah mendengar penjelasan Gibran.

BACA JUGA  HIPMI Minta Impor 105.000 Pikap India untuk KDMP Ditinjau Ulang, Dorong Produksi Lokal

Tak berhenti di situ, Meri kembali menegaskan permintaan bantuan modal usaha bagi para pedagang pasar.

“Kita yang ada di sini ini, kita minta anak, minta modal untuk kita jualan di pasar ini ya. Itu yang kita jemput anak hari ini, salam. Jadi kita minta modal untuk kita jualan di pasar ini,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang bapak asal Papua yang turut berdialog dengan Gibran. Ia menanyakan kemungkinan bantuan modal usaha.

“Modal usaha e,” ujar bapak tersebut.

“Baik pak. Sudah berapa lama? Sejak awal pasar dibuka?” tanya Gibran.

“Iya. Sampai hari ini,” jawab bapak itu, yang langsung direspons dengan anggukan kepala dari Gibran sebagai tanda perhatian.

Selain menyerap aspirasi warga, Gibran juga membeli sejumlah dagangan pedagang pasar, termasuk noken hasil kerajinan tangan mama-mama Papua. Ia tampak tertarik dengan proses pembuatan produk tersebut.

“Ini bikinnya berapa hari?” tanya Gibran kepada seorang mama penjual.

“Yang baju ini bikinnya setahun karena ini enggak pake mesin, tapi pake tangan. Kalau yang ini (nunjuk noken agak kecil) dua bulan,” jelas mama Papua tersebut.

Gibran juga menanyakan harga noken yang dijual. Salah seorang pedagang menyebut harga noken buatan tangan tersebut mencapai Rp1 juta.

“(Harga) 1 juta,” ucap penjual.

“Oh nanti ada yang beli ya,” ujar Gibran.

Kunjungan Gibran ke Pasar Potikelek tak hanya menjadi simbol kehadiran negara di Papua Pegunungan, tetapi juga membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat akar rumput, khususnya para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar tradisional. (*/Rel)

BACA JUGA  Resmi Disetujui BGN, SPPG Alinia Purwodadi Tebo Dibangun Baru sebagai Wujud Nyata Spirit MBG
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses