PADANG, ALINIANEWS.COM— Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB UNAND) menjalin kerja sama strategis dengan Kampung Inggris Alinia Dharmasraya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementasi Agreement, Senin (10/10), di Ruang Sidang FIB UNAND.
Penandatanganan dilakukan antara pihak Kampung Inggris Alinia dengan FIB UNAND serta Program Studi Bahasa Jepang dan Sastra Inggris, kegiatan ini dihadiri sejumlah akademisi dan tokoh penting, di antaranya Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D; Alex Darmawan, S.S., M.A; Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; dan Dafruddin, S.Pt., M.M, Tulsi Yasmi., S.Tr. Kom, Siti Awal Syaravina., S.Hum.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas ruang kolaborasi antara dunia akademik dan dunia pendidikan nonformal. Melalui kolaborasi ini, Kampung Inggris Alinia Dharmasraya berkomitmen meningkatkan kualitas para tutornya, sekaligus membuka peluang kerja bagi para alumni FIB UNAND. Di sisi lain, kerja sama ini juga memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan merupakan bentuk sinergi yang nyata antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pengembangan bahasa.
“Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya bisa magang atau KKN, tetapi alumni FIB UNAND juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keilmuannya, termasuk ikut membesarkan Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia,” ujar Ike Revita.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Kampung Inggris Alinia Dharmasraya sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Program ini menjadi jembatan bagi FIB dalam menjalankan amanah Tri Dharma — bukan hanya pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Drs. Marlis, M.M., selaku Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia, mengapresiasi langkah besar FIB UNAND dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan Kampung Inggris Alinia.
“Ini adalah sebuah prestasi. Kami bangga ada perguruan tinggi besar yang mendukung kehadiran Kampung Inggris Alinia,” ungkap Marlis yang merupakan mantan anggota DPRD Sumbar itu.
Ia menuturkan, keberadaan Kampung Inggris Alinia bukan sekadar lembaga pelatihan bahasa, tetapi wadah untuk menempa karakter dan jati diri generasi muda.
“Saya ingin memberikan apa yang saya punya dalam bentuk yang berbeda. Kampung Inggris Alinia hadir untuk membimbing, menemani, dan membantu peserta menemukan jati dirinya dalam proses belajar,” ujarnya.
Menariknya, Marlis juga menyampaikan komitmen luar biasa terhadap kualitas pelatihan di Kampung Inggris Alinia.
“Siapa pun yang belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Alinia selama seminggu atau dua minggu akan bisa berbahasa Inggris. Kalau tidak, kami garansi akan mengembalikan uangnya,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Kampung Inggris Alinia Dharmasraya kini telah menjadi aset berharga bagi Kabupaten Dharmasraya dan Sumatera Barat.
“Kami butuh bimbingan dan perhatian dari bapak-ibu di FIB UNAND. FIB adalah mitra strategis yang akan membantu kami meningkatkan kualitas lembaga, sekaligus bersama-sama menjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tutupnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang tidak hanya memperkuat posisi FIB UNAND sebagai institusi akademik unggulan, tetapi juga membantu mencetak generasi muda yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (*/Red)




