spot_img
spot_img

Enam SPPG Jalani Audit Halal

Padang, 25 Februari 2026 – Sejak pagi hingga menjelang sore, enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalani proses Audit Halal, tahapan paling krusial dalam rangkaian Sertifikasi Halal yang wajib dimiliki setiap SPPG sebagai syarat laik operasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Audit Halal ini dilaksanakan oleh Nurohim, Pendamping Halal Nasional, bersama Sri Wahyu Suharsono, Auditor Halal, dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan praktik dapur di enam SPPG.

Enam SPPG yang diaudit meliputi:

1. SPPG Surau Gadang – Hidayat, SS

Iklan

2. SPPG Hipocrates – dr. Ermawati, Sp.OG

3. SPPG Batipuh Panjang – dr. Ermawati, Sp.OG

4. SPPG Andung Resto Sintuk – dr. Ermawati, Sp.OG

5. SPPG Andung Resto Air Manis Sei. Limau – dr. Ermawati, Sp.OG

6. SPPG Alinia Pilubang – Drs. H. Marlis, MM

Tahapan Kunci Sertifikasi Halal

Audit Halal merupakan tahapan paling penting dalam proses Sertifikasi Halal, karena pada fase inilah seluruh aspek operasional dapur diuji secara faktual, mulai dari kehalalan bahan baku, ketertelusuran pemasok, proses produksi, sanitasi, hingga penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

20260225 142107 1

Sertifikasi Halal sendiri merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi setiap SPPG untuk dapat dinyatakan laik operasi. Tanpa sertifikat tersebut, dapur tidak diperkenankan menjalankan pelayanan MBG secara resmi.

Audit sebagai Penguatan Sistem

Menurut Nurohim, audit halal berfungsi sebagai instrumen pembinaan dan penguatan tata kelola dapur.

BACA JUGA  Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara–Arm, Indonesia Bidik Desain Chip Nasional dan Latih 15 Ribu Engineer

“Halal bukan hanya soal bahan, tetapi sistem dan konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Sri Wahyu Suharsono menegaskan pentingnya audit bagi dapur yang melayani masyarakat luas.

“SPPG melayani kelompok rentan, khususnya anak-anak. Karena itu, standar halal dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Apresiasi dari Para Pemilik SPPG

Sebagai pemilik empat SPPG yang diaudit, dr. Ermawati, Sp.OG menyampaikan pandangannya bahwa audit halal justru memberi kepastian dan arah perbaikan.

> “Audit ini kami rasakan sangat membantu. Tidak hanya menilai, tetapi juga memberikan arahan yang jelas agar dapur benar-benar siap memenuhi standar Sertifikasi Halal sebagai syarat laik operasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa audit mendorong disiplin dan konsistensi dalam operasional dapur MBG.

20260225 091553

Dari SPPG Surau Gadang, Hidayat, SS juga menyampaikan respon positif terhadap pelaksanaan audit.

> “Kami memandang Audit Halal sebagai proses penting untuk memastikan dapur kami berjalan sesuai aturan dan layak beroperasi. Masukan dari auditor menjadi bekal berharga untuk menyempurnakan sistem dan meningkatkan kepercayaan publik,” kata Hidayat.

Menuju Dapur MBG yang Halal dan Bertanggung Jawab

Proses audit berlangsung terbuka dan dialogis. Para pengelola SPPG aktif menunjukkan alur kerja, dokumen pendukung, serta kesiapan SDM dapur dalam menjalankan prinsip halal secara konsisten. Pelaksanaan Audit Halal ini menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada kepatuhan regulasi, kehalalan produk, dan tanggung jawab moral. Dengan selesainya tahapan audit ini, seluruh SPPG diharapkan segera melangkah menuju Sertifikasi Halal sebagai penanda kelayakan operasi dan komitmen menghadirkan layanan MBG yang halal, aman, dan bermartabat. (*/Redaksi )

BACA JUGA  BGN Tegaskan Penguatan Disiplin, Standar Mutu, dan Transparansi Program MBG

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses