spot_img
spot_img

EDITORIAL: Kebijakan Tak Adil Gubernur Sumbar

Tampaknya, menjadi warga negara yang baik dan patuh bayar pajak itu sudah tidak zaman lagi. Di Sumatera Barat, justru yang paling untung adalah mereka yang “lupa-lupa ingat” membayar pajak kendaraan. Kenapa? Karena sekarang ada kebijakan pemutihan pajak! Tunggakan hilang, sanksi administratif lenyap, yang penting sabar nunggak bertahun-tahun. Enak, bukan?

Sementara itu, mereka yang rajin, tertib, setia antri di Samsat setiap tahun, cuma bisa gigit jari. Tak ada potongan, tak ada apresiasi, hanya dapat status “warga taat” yang sekarang rasanya makin pahit.

Hebatnya lagi, dalihnya selalu klasik: “Ini demi meringankan beban masyarakat.” Tapi sayangnya, yang ringan beban justru yang lalai, yang beban makin berat justru yang sudah setia bayar pajak.

Iklan

Kalau begini caranya, jangan salahkan kalau nanti orang-orang mulai berpikir pragmatis: “Ah, mending nunggak saja, tunggu pemutihan tahun depan.” Sebab, hukum yang lemah memberi sinyal: yang malas, yang lalai, yang abai, selalu ada karpet merahnya.

Jadi, buat para wajib pajak yang selama ini tertib, sabarlah. Mungkin nanti Anda juga akan diberi “hadiah”, setelah Anda sengaja menunggak bertahun-tahun. Kalau tidak sabar? Ya siap-siap saja kecewa.

Akhir kata, di Sumatera Barat, yang patuh bayar pajak cuma dapat moral, yang nunggak, dapat modal. (Yurnaldi)

BACA JUGA  SPPG Hadir Saat Bencana: Dari Dapur Gizi Anak Sekolah Menjadi Garda Terdepan Kemanusiaan
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses