spot_img
spot_img

Dorong Swasembada Jagung, Produktivitas Petani di Jateng Naik hingga 15 Persen

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui percepatan swasembada jagung. Upaya tersebut didukung dengan peningkatan akses petani terhadap benih unggul, teknologi pertanian, serta pendampingan berkelanjutan.

Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, Mateus Barros, menegaskan bahwa peran petani menjadi kunci dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

“Petani jagung berada di jantung dalam upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” kata Mateus, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu (24/1/2026).

Iklan

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Bayer Crop Science menggelar panen raya jagung bersama 800 petani di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah. Panen dilakukan pada dua varietas hibrida unggulan, yakni Dekalb DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat”.

Hasil panen menunjukkan peningkatan signifikan. Produktivitas petani naik sekitar 15 persen, sementara pendapatan meningkat hingga 20 persen per musim tanam. Rata-rata hasil panen mencapai 6–7 ton per hektare, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,93 ton per hektare.

Dua varietas tersebut dikembangkan sesuai karakteristik lahan. DK19C “Cantik” dikenal stabil di lahan umum, sedangkan DK79C “Kuat” dirancang khusus untuk daerah kering dan berbukit dengan masa panen relatif singkat, sekitar 100 hari.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan Ditunda, Yaqut Jelaskan Alasan Pembagian Kuota Haji

Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa peningkatan hasil tidak hanya bergantung pada benih unggul, tetapi juga pendampingan yang konsisten.

“Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih. Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik,” ujar Yuchen.

Bayer juga menjalankan program Better Life Farming dan mengoperasikan pusat riset Bayer JUARA di Klaten untuk membantu petani mengakses teknologi pertanian modern. Selain itu, digitalisasi pertanian dilakukan melalui platform TANIA (Teman Petani Indonesia) serta komunitas SOBAT Bayer yang memfasilitasi diskusi terkait hama, pemupukan, dan teknik tanam.

Salah satu petani asal Kendal, Zakaria, mengaku merasakan langsung manfaat pendampingan tersebut.

“Saya bisa melihat perbedaannya langsung, dari cara tanam hingga pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton. Jawa Tengah menjadi salah satu kontributor terbesar dengan produksi sekitar 3,18 juta ton.

Keberhasilan panen di Grobogan dan Kendal diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian jagung nasional sekaligus menopang kebutuhan industri pangan dan pakan ternak di tengah tantangan perubahan iklim. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses