spot_img
spot_img

Dalang Isu Ijazah Jokowi: Silfester Matutina Bongkar Klaster “Barisan Sakit Hati”

Silvester Matutina

JAKARTA ALINIANEWS.COM Isu lama soal ijazah Presiden Joko Widodo kembali menyeruak ke ruang publik. Namun kali ini, Ketua Umum kelompok relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina, melangkah lebih jauh: ia mengaku mengetahui siapa yang berada di balik isu sensitif tersebut.

Iklan

Dalam sebuah perbincangan hangat di Podcast What The Fact Politics CNN Indonesia, Senin (4/8) malam, Silfester tak ragu menyebut bahwa dalang di balik tudingan ijazah palsu Jokowi bukanlah sosok asing. Bahkan, menurutnya, bukan hanya ia yang mengetahui identitas pihak-pihak tersebut Presiden Jokowi sendiri pun tahu. Begitu pula Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Kita udah tahu, udah tahu ya kan. Pak Prabowo saya yakin juga tahu lah,” ujar Silfester, penuh keyakinan.

Namun, publik belum bisa berharap banyak akan pengungkapan gamblang. Silfester menolak menyebutkan secara langsung siapa mereka. Meski demikian, ia memberikan klaster yang cukup menggambarkan motif dan latar belakang para pengusung isu ini.

Ada tiga golongan besar yang disebut Silfester. Pertama, adalah mereka yang termasuk barisan sakit hati kelompok yang kecewa karena merasa tak mendapatkan tempat atau penghargaan.

Kedua, adalah orang-orang yang pernah kehilangan jabatannya akibat keputusan politik Jokowi. Ketiga, mereka yang pernah mengincar posisi strategis namun tak dikabulkan.

“2014 mereka itu bersama saya. Ada mantan jenderal yang ikut di pemakzulan. Jadi ini ada fakta-faktanya,” ujar Silfester, menyiratkan bahwa ini bukan hanya spekulasi, tapi hasil dari penelusuran dan pengalaman pribadinya.

BACA JUGA  SPPG Hadir Saat Bencana: Dari Dapur Gizi Anak Sekolah Menjadi Garda Terdepan Kemanusiaan

Silfester mengaku mengikuti jejak digital mereka di media sosial, dan menemukan pola yang ia duga sebagai bagian dari kampanye terselubung untuk merusak reputasi Presiden Jokowi. Lebih mengejutkan lagi, menurutnya, sebagian pihak tersebut berasal dari dalam koalisi pemerintah sendiri.

“Jadi mereka pengen kan agar Prabowo-Gibran pisah di tengah jalan. Atau nanti dalam rangka 2029, yang mana ada juga pihak luar, sebagaimana Pak Prabowo juga sering mengatakan,” jelasnya.

Pernyataan Silfester itu memberi sinyal bahwa pertarungan politik di balik layar tak pernah benar-benar usai. Ketegangan dan tarik-menarik kepentingan terus berlangsung, bahkan setelah pemilu usai dan kepemimpinan baru sudah ditetapkan.

Dengan tegas namun tetap diplomatis, Silfester menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memperkeruh suasana, namun merasa perlu menyampaikan apa yang ia tahu demi menjaga soliditas pemerintahan dan mencegah upaya pecah belah yang disebut-sebut sedang dirancang.

Isu ijazah mungkin hanya satu dari banyak narasi yang akan terus bermunculan. Namun siapa yang berada di baliknya, dan apa motif sebenarnya, masih menjadi teka-teki yang baru sebagian terkuak.

Satu hal yang pasti, publik kini menanti langkah selanjutnya apakah akan ada pengungkapan lebih lanjut, atau justru perang dingin politik kembali menghangat dalam waktu dekat.

(*/rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses