SOLOK, ALINIANEWS.COM — Hari ini menjadi salah satu babak paling menyentuh dalam perjalanan pelayanan gizi bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Solok. SPPG Alinia Muaro Paneh resmi memulai operasional perdananya melayani siswa-siswi di Kecamatan Bukit Sundi melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan pengantaran perdana yang penuh kejutan emosional. Dipimpin langsung oleh Nanda Raushan Fikri (Kepala SPPG Alinia Muaro Paneh), kegiatan ini turut didampingi oleh Kesi Puja Ramadhani (Ahli Gizi) serta Fadillah Rahmi Ilahi (Staf Akuntan). Sejak pagi, tim bergerak membawa paket-paket MBG sekaligus membawa harapan baru bagi para siswa.

Sambutan Haru di Halaman Sekolah
Pemandangan yang paling menyentuh terjadi saat mobil operasional MBG memasuki halaman sekolah. Puluhan siswa telah menunggu dengan wajah penuh antusias, bergerombol tanpa bergerak sedikit pun, seolah takut kehilangan momen kedatangan paket yang telah lama mereka rindukan.

“Pemandangan itu membuat saya terdiam beberapa detik. Ada rasa haru yang membuncah ketika melihat anak-anak menunggu seolah menyambut harapan yang sudah lama mereka nantikan. Hari ini kami hadir untuk menjawab kerinduan itu,” ujar Nanda Raushan Fikri, Kepala SPPG.
Sorakan kecil, tatapan penuh cahaya, dan senyum polos anak-anak menjadi bukti bahwa program MBG bukan sekadar makanan — melainkan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi mereka.
Usai distribusi, tim mendapati kejadian yang jauh lebih mengharukan. Ketika ompreng-ompreng bekas dibersihkan, ditemukan banyak sobekan kertas kecil berisi tulisan tangan anak-anak. Mayoritas berisi ungkapan terima kasih, coretan polos yang lahir dari hati terdalam mereka.
Namun, kejadian yang paling mengejutkan sekaligus memilukan adalah saat dalam salah satu ompreng ditemukan uang Rp3.000. Tidak ada nama, tidak ada catatan. Hanya uang kecil, yang jelas ditinggalkan oleh seorang anak—mungkin sebagai bentuk “balasan” atau rasa terima kasih yang ia mampu.
“Saya hampir meneteskan air mata. Ketika membuka ompreng dan menemukan sobekan-sobekan kertas itu, saya sudah haru. Tapi melihat uang Rp3.000 itu… terasa sekali betapa tulusnya hati anak-anak ini. Ini bukan sekadar donasi, ini cinta,” tutur Kesi Puja Ramadhani, Ahli Gizi SPPG.
Apresiasi Dari Pihak Sekolah
Kepala Sekolah SDN 18 Muaro Panas, Susiati, S.Pd, menyampaikan rasa syukur mendalam.
“Kehadiran SPPG hari ini bukan hanya tentang makanan. Ini tentang harapan. Ini tentang kebahagiaan yang kembali kepada anak-anak kami. Mereka sudah lama menunggu program ini, dan hari ini mereka merasakannya kembali. Saya sangat berterima kasih,” ujarnya.
Langkah Awal dari Perubahan yang Lebih Besar, SPPG Alinia Muaro Paneh menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan MBG.
“Apa yang kami saksikan hari ini menjadi energi bagi kami untuk bekerja lebih kuat, lebih cepat, dan lebih tulus. Ini bukan hanya program. Ini amanah untuk masa depan anak-anak kita,” tutup Nanda Raushan Fikri.
“Air Mata Kecil di Balik Ompreng” bukan sekadar judul—ini adalah kisah nyata tentang ketulusan anak-anak, tentang rindu yang terjawab, dan tentang harapan yang kembali hidup. Hari ini, Bukit Sundi menyaksikan momen yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menggetarkan hati siapa pun yang melihatnya. (*/ Marlis – Ketua DPW HMD Gemas Prov. Sumbar )




