ALINIANEWS.COM (Jakarta) – Kelompok Hamas telah membebaskan tiga wanita warga Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.
Ketiga sandera tersebut, yaitu Romi Gonen (24 tahun), Emily Damari (28 tahun), dan Doron Steinbrecher (31 tahun), diserahkan kepada otoritas Israel melalui iring-iringan kendaraan Palang Merah yang memasuki wilayah Gaza.
Langkah ini menjadi momen awal dari gencatan senjata Hamas dan Israel yang telah lama dinantikan di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas yang berlangsung selama lebih dari 15 bulan.
Presiden Amerika Serit Joe Biden menyambut baik perkembangan ini, menyatakan bahwa “Setelah begitu banyak kepedihan, kehancuran, dan hilangnya nyawa, hari ini senjata di Gaza tidak bersuara.”

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Israel pada pagi hari Senin, 20 Januari 2025, membebaskan 90 tahanan Palestina.
Bus-bus yang membawa para tahanan keluar dari penjara Ofer di dekat Ramallah disambut dengan antusiasme besar oleh warga Palestina. Sambutan tersebut ditandai dengan nyanyian, sorak-sorai, dan kembang api.
Gencatan senjata ini dimediasi secara intensif oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir. Ketiga negara tersebut telah berperan penting dalam menjembatani dialog yang memungkinkan kedua pihak mencapai kesepakatan yang sulit ini.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi jeda signifikan dari eskalasi konflik yang telah menewaskan ribuan orang di kedua belah pihak.
Pembebasan para sandera oleh Hamas dan tahanan oleh Israel menandai awal dari serangkaian langkah yang direncanakan untuk membangun kepercayaan antara kedua pihak.
Namun, tantangan masih besar untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Kedua belah pihak diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memulai dialog yang lebih konstruktif.
Konflik antara Israel dan Hamas telah berlangsung selama beberapa dekade dengan akar permasalahan yang kompleks.
Dalam 15 bulan terakhir, pertempuran yang intens telah mengakibatkan kehancuran luas di Gaza dan penderitaan besar bagi warga sipil. Kesepakatan gencatan senjata ini memberikan harapan baru bagi warga yang terdampak oleh konflik.
Momen pembebasan ini menjadi simbol dari harapan akan perdamaian di masa depan, meskipun jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh tantangan.
Dengan bantuan komunitas internasional, diharapkan kedua pihak dapat melanjutkan langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan yang lebih kuat di masa depan.
(my)




