spot_img
spot_img

APBN Surplus di Bulan April Rp 4,3 Triliun, Pengamat : Tanda Ekonomi RI Akan Suram

Foto: Sri Mulyani Kemenkeu RI

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Sri Mulyani Indrawati menteri keuangan RI, memberikan paparan di Rapat Paripurna DPR RI KE-18 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025, (sumber kanal Youtube/DPR RI).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan realisasi APBN pada April 2025 berbalik surplus anggaran Rp 4,3 triliun atau 0,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setelah mengalami defisit sejak Januari hingga Maret 2025.

Iklan

“Realisasi APBN hingga April 2025 menunjukkan kinerja yang positif, dengan surplus anggaran Rp4,3 triliun atau 0,02% PDB, keseimbangan primer positif Rp173,9 triliun, dan posisi kas surplus Rp283,6 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam pidato menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2026 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (20/5/2025).

Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi APBN pada April mencetak surplus, surplus pertama tahun ini, di tengah penurunan penerimaan negara hingga double digit.

IHSG sempat melesat menyentuh level 7.197,84 pada pagi tadi, tapi kemudian beringsut agak turun dan akhirnya ditutup lebih rendah di level 7.171 pada sesi pertama perdagangan hari ini, namun masih mencerminkan kenaikan 0,43% dibanding posisi kemarin.

Sementara itu, pendapatan negara telah mencapai Rp810,5 triliun atau 27% dari target APBN dan belanja negara terealisasi sebesar Rp806,2 triliun atau 22,3% dari target APBN.

“Hal ini menunjukkan di tengah masa transisi, APBN juga tetap optimal sebagai shock absorber yang menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA  Bersama Menjaga Kehidupan: HMD GEMAS Sumbar Kerahkan SPPG untuk Menolong Warga Korban Bencana

Sebagai informasi, Defisit APBN mencapai Rp 104,2 triliun per akhir Maret 2025, atau setara 0,43% dari produk domestik bruto (PDB).

Dengan demikian, posisi ini mencapai 16,9% dari target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2025 yang senilai Rp 616,2 triliun atau setara 2,53% dari PDB.

Analis menilai, realisasi anggaran pada April mencerminkan bahwa Kementerian Keuangan berada dalam mode penghematan akibat kekurangan pendapatan yang tajam, yang kemungkinan adalah karena penerimaan pajak yang anjlok signifikan.

Dalam sebuah rapat bersama Direktorat Pajak di gedung parlemen awal Mei lalu, anggota parlemen mengungkap bahwa pendapatan pajak bersih selama April turun hingga 43% year-on-year, sementara penerimaan pajak selama Januari-April juga tergerus 27,7%.

Realisasi kinerja APBN pada April ini menurut analis memperkuat ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi RI pada tahun ini akan suram.

Berdasarkan survei Bloomberg terhadap 32 institusi sampai Selasa pagi, konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan memangkas bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%, setelah tiga bulan beruntun BI rate ditahan di level 5,75%.

Bila ekspektasi pasar itu terpenuhi, pemangkasan BI rate pada pertemuan Mei akan menjadi yang kedua tahun ini setelah pada Januari lalu bunga acuan secara tak terduga digunting oleh Bank Indonesia, di luar perkiraan pasar.

Sinyal pelemahan ekonomi domestik yang kian kentara menjadi faktor utama perlunya pelonggaran moneter di Indonesia. (ANTARA/CNBC/MCHL)

BACA JUGA  SPPG Hadir Saat Bencana: Dari Dapur Gizi Anak Sekolah Menjadi Garda Terdepan Kemanusiaan

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses