ALINIA GROUP Perkuat Investasi Pangan Terintegrasi untuk Mendukung Keberlanjutan Program MBG Nasional
Alinia Park & Resort, 29 Desember 2025 — Komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menemukan daya dukung nyata dari sektor usaha. Salah satu yang tampil konsisten dan progresif adalah ALINIA GROUP, kelompok usaha yang membangun ekosistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir di Sumatera Barat.
Melalui pengelolaan 7 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tersebar di berbagai daerah, ALINIA GROUP tidak hanya menjalankan fungsi operasional penyediaan pangan, tetapi juga mengembangkan model investasi pangan berkelanjutan yang selaras dengan arah kebijakan nasional: memperkuat produksi dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Menjawab Agenda Besar Ketahanan Pangan Nasional
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa, ALINIA GROUP mengambil peran strategis dengan membangun rantai pasok pangan mandiri berbasis potensi lokal.
Langkah ini menjadi krusial seiring proyeksi peningkatan jumlah dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2026. Artinya, kebutuhan bahan pangan—mulai dari sayuran, buah, hingga protein hewani—akan meningkat secara signifikan dan harus dijawab dengan sistem produksi yang kuat, terencana, dan berkelanjutan.

Dari Konsumsi Menuju Produksi Bernilai Investasi
Sebagai bagian dari strategi tersebut, ALINIA GROUP telah dan sedang mengembangkan beberapa unit produksi pangan strategis:
Perkebunan Pisang Barangan Merah (4,7 Hektare)
Berlokasi di Nagari Koto Padang, Kabupaten Dharmasraya, perkebunan ini disiapkan sebagai salah satu sumber pasokan buah utama bagi dapur-dapur SPPG. Komoditas ini memiliki keunggulan produktivitas, nilai ekonomi stabil, serta relevan dengan standar gizi nasional.
Budidaya Ikan Lele & Nila (±120.000 Ekor)
Dikembangkan di kawasan Alinia Park & Resort Dharmasraya, sistem budidaya dirancang berbasis panen bertahap guna menjamin kontinuitas pasokan protein hewani serta menjaga kestabilan harga dan kualitas.
Ekspansi Baru: Hortikultura Skala Menengah–Besar
Dalam waktu dekat, ALINIA GROUP juga menyiapkan pengembangan perkebunan sayur skala menengah hingga besar, meliputi: Wortel, Buncis, Labu siam, Kacang panjang
Pengembangan ini dilakukan melalui kemitraan dengan Kelompok Tani di Kabupaten Agam dan Alahan Panjang (Kabupaten Solok), dua wilayah strategis sentra hortikultura Sumatera Barat.
Model kemitraan ini dirancang untuk memastikan: kepastian serapan hasil panen, harga yang adil dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, serta distribusi nilai ekonomi yang merata.
Peran Strategis Marlis & HMD GEMAS
Selain sebagai Founder & CEO ALINIA GROUP, Drs. H. Marlis, MM, C.Med juga menjabat sebagai Ketua DPW HMD GEMAS (Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas) Provinsi Sumatera Barat—sebuah wadah resmi yang menghimpun para pemilik dan pengelola Dapur SPPG.
Melalui HMD GEMAS, aspirasi para mitra SPPG disalurkan secara terstruktur kepada pemerintah dan pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat tata kelola, sinergi, dan keberlanjutan Program MBG di daerah.
> “Program MBG bukan sekadar program sosial, tetapi fondasi ekonomi baru. Ketika petani, nelayan, koperasi, dan pelaku usaha diberi ruang tumbuh, maka ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat akan berjalan beriringan,” tegas Marlis.
Ekosistem Ekonomi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Model yang dibangun ALINIA GROUP menawarkan kepastian pasar dan sistem pembayaran yang jelas, karena terhubung langsung dengan kebutuhan operasional dapur SPPG yang berjalan setiap hari. Hal ini menjadikan sektor pangan sebagai instrumen investasi riil, stabil, dan berjangka panjang.
Model ini sekaligus membuka ruang luas bagi: koperasi dan BUMNag, UMKM dan kelompok tani, investor daerah dan nasional, serta pelaku usaha berbasis komunitas.
Menuju Kemandirian Pangan Nasional
Langkah strategis ALINIA GROUP mencerminkan bagaimana kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi gerakan ekonomi riil di daerah. Dari dapur hingga ladang, dari kebijakan hingga kesejahteraan rakyat, sebuah ekosistem baru tengah dibangun—berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional kini bergerak dari konsep menjadi kenyataan. (*/Redaksi )




