JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyatakan Indonesia tengah menghadapi situasi darurat kekerasan terhadap anak setelah terungkapnya kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (8), bocah yang hilang selama delapan bulan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Tentu saja ini sudah merupakan darurat, situasi darurat yang memang harus ditanggapi secara saksama. Karena hal-hal seperti ini memang bukan hanya merupakan tanggung jawab dari keluarga atau sekolah, juga merupakan tanggung jawab dari negara,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Selasa (25/11).
Puan mengatakan telah meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius. DPR, kata dia, juga akan menggerakkan komisi terkait untuk memanggil pihak-pihak berwenang guna melakukan evaluasi menyeluruh.

“Di DPR, kami akan meminta komisi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi, jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi,” tuturnya.
Polisi sebelumnya mengungkap bahwa kerangka manusia yang ditemukan beberapa waktu lalu diduga kuat merupakan jasad Alvaro. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut pihaknya masih melakukan tes DNA untuk memastikan identitas korban.
“Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan ayah tiri korban, Alex Iskandar, sebagai tersangka. Namun Alex ditemukan meninggal dunia saat proses pemeriksaan, diduga akibat bunuh diri di dalam tahanan.
Temuan tersebut diperkuat dengan informasi keluarga. Kakek Alvaro, Tugimin (71), mengungkap bahwa pembunuhan diduga dilatarbelakangi dendam dan kecemburuan pelaku terhadap ibu korban.
“Dari bocoran polisi, ada motif dendam. Pelaku cemburu dengan istrinya,” kata Tugimin di rumah duka pada Senin (24/11).
Puan menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, pemerintah, lembaga pendidikan, aparat, dan masyarakat harus memperkuat sistem perlindungan anak.
“Karenanya kami meminta kepada seluruh stakeholder yang terkait untuk bisa menindaklanjuti hal ini secara serius,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Kami sangat prihatin dan turut berbelasungkawa.” (*/Rel)




