DHARMASRAYA, ALINIANEWS.COM – Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Sumatera Barat dan Indonesia, ALINIA GROUP kembali menunjukkan langkah visioner dengan memulai pembangunan Perkebunan Pisang Barangan Merah profesional di lahan seluas ±4 hektare. Berlokasi di Kawasan Sitiung V, Nagari Koto Padang, Kabupaten Dharmasraya, proyek ini menjadi jawaban paling nyata atas ancaman kelangkaan buah yang mulai terasa satu bulan terakhir.
Pisang Barangan Merah adalah komoditas penting bagi operasional dapur MBG. Dengan jumlah SPPG yang terus bertambah dan kebutuhan harian yang kian meningkat, pembangunan kebun pisang ini bukan sekadar investasi, tetapi merupakan tindakan strategis untuk memastikan kestabilan pasokan jangka panjang. Perkebunan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tujuh dapur SPPG Alinia yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Sumatra Barat, sekaligus menyuplai SPPG lainnya yang membutuhkan pasokan tetap dan berkualitas.


Langkah ini memperlihatkan bahwa di tengah gejolak pasokan pangan, ALINIA GROUP memilih untuk bertindak cepat dan solutif, mengambil peran langsung dalam memastikan ketersediaan pangan untuk program-program MBG.
Ekspansi Pangan: Kolaborasi Strategis Membangun Kebun Sayur Modern
Tidak berhenti pada sektor buah, ALINIA GROUP juga sedang merancang kolaborasi strategis dengan para petani di Alahan Panjang dan Kabupaten Tanah Datar wilayah dataran tinggi yang telah lama dikenal sebagai pusat hortikultura terbaik di Sumatra Barat.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun kebun sayur modern dan profesional, memakai standar manajemen yang lebih terukur, teknologi tepat guna, serta pola pendampingan intensif. Melalui kemitraan ini, Alinia Group ingin memastikan: Ketersediaan sayur-mayur untuk dapur MBG tetap stabil, Petani lokal memiliki akses pasar yang pasti dan berkelanjutan,
Produktivitas meningkat melalui standar kualitas yang modern. Dengan demikian, Alinia Group tidak hanya membangun kebun mandiri, tetapi menciptakan ekosistem pangan terintegrasi yang melibatkan petani sebagai mitra utama.
Masyarakat Diajak Terjun ke Peluang Besar Ini
Kelangkaan pangan yang terjadi belakangan ini bukan hanya menyentuh buah-buahan, tetapi juga sayur, telur, ayam, dan ikan. Semua ini adalah peluang usaha besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.
ALINIA GROUP berharap gerakan ini menjadi contoh nyata sekaligus dorongan bagi masyarakat untuk mengambil bagian. Ketahanan pasokan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan besar — ini adalah lahan ekonomi baru bagi siapa saja yang siap bergerak.
Seruan Tegas CEO Alinia Group: Transformasi Atau Tertinggal
CEO Alinia Group, Drs. H. Marlis, MM, menyampaikan pesan yang kuat mengenai urgensi transformasi usaha:
“Saatnya rekan-rekan pengusaha di Sumatera Barat banting setir menjadi Petani-Pengusaha. Ini jauh lebih menjanjikan daripada mengemis proyek APBD/APBN yang kue-nya makin kecil. Momentum hari ini adalah waktu paling tepat untuk transformasi dan ekspansi bisnis. Produksi pangan buah, sayur, telur, ayam, ikan adalah sektor masa depan yang tidak akan pernah mati.”
Seruan ini bukan sekadar motivasi, tetapi panduan strategis untuk melihat peluang besar yang terbuka lebar di depan mata.
Dengan pembangunan kebun pisang dan rencana besar kolaborasi pembangunan kebun sayur profesional, ALINIA GROUP tengah memimpin gerakan nyata menuju kemandirian pangan Sumatera Barat.
Tidak hanya menyelesaikan tantangan pasokan jangka pendek, langkah ini membangun pondasi ekonomi baru yang lebih kuat, mandiri, dan memberdayakan masyarakat.
ALINIA GROUP telah memulai gerakan besar ini. Kini saatnya masyarakat dan para pengusaha lainnya turut mengambil peran mewujudkan Sumatera Barat sebagai pusat agribisnis modern dan lumbung pangan masa depan. (*/Redaksi )



