spot_img
spot_img

Gubernur Aceh Santai Tanggapi Maraknya Pengibaran Bendera Bulan Bintang: “Sesekali Kan Nggak Apa-Apa”

ACEH, ALINIANEWS.COM – Video pengibaran bendera bulan bintang kembali ramai beredar di berbagai platform media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Fenomena itu mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang justru meresponsnya dengan tenang.

“Kita mengimbau tidak menaikkan,” ujar Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem kepada wartawan, Selasa (18/11/2025).

Meski begitu, Mualem menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan pengibaran tersebut, terutama ketika dilakukan secara spontan oleh kalangan muda di sejumlah acara adat maupun keagamaan.

Iklan

“Tapi ya lah untuk aneuk (anak) muda sige-ge ken hana peu (sesekali kan nggak apa-apa),” tambahnya.

Marak Saat Maulid dan Acara Adat

Pengibaran bendera bulan bintang disebut kerap muncul dalam momen-momen tertentu, seperti perayaan maulid di beberapa desa. Bendera itu biasanya dipasang pada tiang kayu di lokasi acara, menjadi bagian dari suasana perayaan.

Fenomena serupa juga terlihat saat Mualem menghadiri doa bersama dan kegiatan pembersihan makam syuhada Daerah III Tgk. Chiek di Paya Bakong, Wilayah Samudera Pasee, Desa Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, pada Kamis (9/10). Warga menyambutnya dengan pengibaran bendera bulan bintang yang terlihat di berbagai sudut lokasi.

Mualem bahkan sempat berbicara dengan latar belakang bendera tersebut, dalam sebuah kegiatan yang dihadiri pula oleh sejumlah tokoh pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Status Hukum Masih Jadi Polemik

Bendera bulan bintang telah disahkan sebagai bendera Aceh melalui Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Namun hingga kini, pemerintah pusat belum memberikan persetujuan atas penggunaannya.

BACA JUGA  KPK Jelaskan Awal Mula Kasus Akuisisi PT JN oleh ASDP, Respons soal Rehabilitasi Tiga Terpidana

Bendera yang berlatar merah dengan garis hitam dan putih itu merupakan simbol yang pernah dipakai sebagai bendera GAM saat Aceh masih berada dalam masa konflik. Status hukum yang belum sepenuhnya tuntas membuat pengibaran bendera ini kerap menjadi perdebatan, terutama ketika muncul di ruang publik.

Meski demikian, bagi sebagian masyarakat Aceh, bendera bulan bintang tetap dianggap sebagai identitas budaya dan sejarah yang memiliki nilai emosional tersendiri. Fenomena pengibaran yang kembali merebak belakangan ini pun menjadi sinyal kuat bahwa simbol tersebut masih hidup di tengah masyarakat. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses