spot_img
spot_img

Pemerintah Siapkan 1.300 Brand Lokal untuk Gantikan Dagangan Thrifting

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pemerintah mendorong pedagang barang bekas atau thrifting termasuk penjual pakaian bekas impor beralih menjual produk lokal. Upaya substitusi itu dilakukan dengan menyiapkan sekitar 1.300 merek lokal yang siap menjadi pemasok alternatif bagi pedagang thrift sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian.

“Per hari ini tadi saya sampaikan ke Pak Mendag, kita sudah mengkonsolidasi kurang lebih 1.300 merek brand lokal per hari ini,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman usai bertemu Menteri Perdagangan Budi Santoso, di kantor Kemendag, Senin (17/11/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah menertibkan masuknya barang impor bekas ilegal ke pasar domestik sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2022. Maman menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi terhadap impor barang bekas.

Iklan

“Pokoknya bagi saya, bagi kami kementerian UMKM dan kementerian lainnya, yang kita lakukan tindakan itu mereka yang mengimpor baju-baju bekas,” katanya, seraya menambahkan: “Karena inget lho, enggak semua thrifting itu jelek. Yang jadi isu adalah yang melakukan impor baju-bajunya bekas, nah ini yang kita tindak.”

Lindungi mata pencaharian pedagang

Maman menegaskan tujuan kebijakan bukan menghilangkan penghidupan pedagang thrifting, melainkan menjaga keberlangsungan ekonomi mereka dengan mengarahkan dagangan ke produk dalam negeri.

“Mereka baik itu pedagang drifting, baik itu pengusaha UMKM, produsen produk lokal, mereka adalah orang-orang, pengusaha-pengusaha dalam negeri, pedagang-pedagang lokal yang harus kita lindungi,” kata Maman. “Kita harus sepakat di situ dulu. Jadi kami akan mendorong kebijakan dan solusi yang komprehensif, yang terbaik buat semuanya,” tambahnya.

BACA JUGA  SPPG Hadir Saat Bencana: Dari Dapur Gizi Anak Sekolah Menjadi Garda Terdepan Kemanusiaan

Menurut Maman, substitusi akan mencakup berbagai kategori fesyen: baju, celana, sepatu, hingga sendal. Pemerintah berencana melakukan pendekatan case-by-case bersama asosiasi pedagang thrifting agar peralihan berjalan mulus.

“Pembicaraan sedang kita tindak lanjuti terus dengan asosiasi pedagang-pedagang thrifting dan tentunya ini pasti kasuistik ya, kita akan detailkan nanti case-by-case,” terang Maman.

Ia juga mengklaim sudah ada pedagang thrifting yang mulai mengganti dagangan mereka dengan produk lokal, meski belum merinci wilayah-wilayahnya. “Udah kita jalankan kok, udah mulai kita pelan-pelan kita lakukan substitusi. Iya, segera. Perhari ini udah mulai jalan semua kok, pelan-pelan,” ujarnya.

Sinergi antar-kementerian dan program dukungan

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian UMKM untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas produsen lokal. Budi menyinggung program pemerintah yang bisa dimanfaatkan, seperti program UMKM Bisa Ekspor, untuk mempercepat akselerasi produksi dan distribusi merek lokal.

“Dari sisi kebijakan, dari perspektif masing-masing kementerian, kami terus kebijakan yang selalu mendukung UMKM kita,” kata Budi.

Presiden Prabowo Subianto juga menugaskan Kementerian UMKM menyiapkan substitusi ini, sehingga pedagang yang terdampak penertiban impor bekas tetap dapat berjualan dan memperoleh penghasilan.

Maman menegaskan penindakan akan difokuskan pada pihak yang mengimpor pakaian bekas ilegal. “Yang kita tindak itu, mereka yang melakukan impor baju bekas. Pokoknya bagi saya… yang kita lakukan tindakan itu mereka yang mengimpor baju-baju bekas,” katanya.

BACA JUGA  Bersama Menjaga Kehidupan: HMD GEMAS Sumbar Kerahkan SPPG untuk Menolong Warga Korban Bencana

Upaya penertiban ini diharapkan meredam arus barang bekas impor yang merugikan pelaku usaha lokal sekaligus menstimulasi pertumbuhan produksi tekstil dan alas kaki dalam negeri.

Tantangan dan langkah berikutnya

Meski target awal konsolidasi merek sudah tercapai, tantangan tetap ada: memastikan kualitas produk lokal memenuhi selera pasar thrifting, menata distribusi agar stok merata ke pedagang kecil, dan memberikan insentif atau pembiayaan bagi UMKM produsen agar mampu memenuhi permintaan skala besar.

Pemerintah berencana menindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan bersama asosiasi pedagang, asosiasi produsen, dan Kemendag untuk menyusun mekanisme penyaluran produk, harga, serta program pelatihan dan pendampingan agar peralihan berjalan adil dan berkelanjutan.

“Per hari ini, kita sudah konsolidasi, sudah ada 1.300 brand produk lokal kita yang sudah kita konsolidasikan… Nanti dalam waktu dekat kita akan tindak lanjuti,” pungkas Maman. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses