spot_img
spot_img

Ahmad Ali Tegaskan PSI Harus Kalahkan NasDem: “Dalam Politik Tidak Ada Persahabatan, yang Ada Saling Membunuh”

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan ambisinya agar PSI mampu mengalahkan Partai NasDem dalam pemilu mendatang. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang paling dirugikan apabila PSI tidak mampu melampaui partai yang pernah ia besarkan itu.

“Siap bertanding. Dan saya harus memenangkan. PSI harus menang dari NasDem, se-Indonesia. Saya pasti orang yang paling merugi kalau kemudian ketika saya kalah dari NasDem,” ujar Ali seusai pra-rapat kerja wilayah PSI Jawa Barat di Purwakarta, Jumat (14/11/2025).

Ali menekankan bahwa momentum pra-rakerwil harus dipahami sebagai bentuk rivalitas politik yang bertujuan memantik motivasi kader untuk bekerja lebih keras. Dalam konteks itu, ia menyinggung Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, yang disebutnya sudah dianggap sebagai adik sendiri.

Iklan

“Saan Mustopa itu kan adik saya. Yang ngajak dia masuk NasDem itu saya. Terus kemudian saat itu saya bangga lah bahwa dia menggantikan saya sebagai wakil ketua umum,” tutur Ali. Namun ia langsung menegaskan bahwa kedekatan personal tidak berlaku dalam tarik menarik kepentingan politik.

“Tapi kan dalam politik tidak ada persahabatan, yang ada saling ‘membunuh’.”

PSI Tegaskan Partai Tanpa Mahar Politik

Dalam sesi konsolidasi, PSI juga menggelar Pra-Rakerwil di Bandung pada hari yang sama. Acara ini dihadiri jajaran pengurus pusat PSI, seperti Ketua OKK DPP PSI Agus Mulyono Herlambang, Ketua Bidang Politik Bestari Barus, serta sejumlah ketua direktorat.

BACA JUGA  Kejagung Periksa Suryo Utomo Terkait Dugaan Korupsi Pemotongan Kewajiban Pajak 2016–2020

Di hadapan pengurus DPD se-Jawa Barat, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI harus menjadi rumah perjuangan tanpa mahar politik.

“Karena partai ini harus dijadikan sebagai rumah, wadah perjuangan, dan dunia penuh keadilan,” ujarnya. Ia menyebut politik sebagai perjuangan suci yang bertujuan memperjuangkan kebaikan bagi rakyat.

“PSI ini harus menjadi wadah bagi kita untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang insyaAllah bisa memberi kontribusi untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Pesan untuk Kader: Jangan Sombong, Hormati Ulama, Dekat dengan Pesantren

Ali kemudian meminta para kader PSI, khususnya yang sudah menjabat sebagai anggota legislatif maupun eksekutif, untuk semakin mendekatkan diri kepada ulama, kiai, dan pondok pesantren.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada kader yang bersikap arogan.

“Kalau kalian berlaku sombong, congkak, arogan, saya pastikan 2029 PSI hancur. Namun kalau kalian ingin menang, mulai hari ini mulai diubah perilaku itu. Rajin sosialisasi, berinteraksi, bermasyarakat, hormat kepada yang lebih tua,” tegasnya.

Menurut Ali, uang tidak akan menjadi penentu kemenangan politik. Ia meminta kader untuk selalu melakukan introspeksi dan mendengarkan suara masyarakat.

“Kalau kalian sudah tahu, maka rubah. Jangan kalian mengikuti keinginan kalian, malu kalian. Namun, ikutilah masyarakat, maunya apasih terhadap PSI,” pungkasnya. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses