PADANG PARIAMAN, ALINIANEWS.COM — Suasana penuh semangat dan harapan terasa kuat di lokasi wawancara Relawan Dapur SPPG Alinia Nan Sabaris hari ini. Sebanyak 129 orang warga setempat mengikuti proses seleksi untuk bergabung sebagai bagian dari tim pelaksana Program Makan Bergizi (MBG) — sebuah program strategis nasional yang kini benar-benar menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat di tingkat nagari.

Proses wawancara dilakukan secara langsung oleh Drs. H. Marlis, MM (Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia), M. Hagie Alinia, S.Ip (Mitra Alinia), serta Tohid Saputra, S.Si (Koordinator Kecamatan SPPI Nan Sabaris). Ketiganya memantau jalannya seleksi dengan seksama, memastikan bahwa setiap pelamar memiliki semangat pengabdian, integritas, dan komitmen untuk menjalankan amanah besar ini.

Formasi yang dibuka mencakup berbagai bidang penting: Ahli Gizi (1 orang), Akuntan (1 orang), Driver (4 orang), Sekuriti (2 orang), dan 41 orang Staf Dapur. Jumlah pelamar yang begitu besar menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa terhadap kehadiran program ini.
Dapur SPPG Alinia Nan Sabaris sendiri merupakan salah satu dari tujuh dapur SPPG yang telah dibangun dan dikelola oleh Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia di Sumatera Barat. Seluruh dapur ini berfungsi sebagai simpul pelaksana Program MBG — memastikan ribuan siswa sekolah dasar mendapatkan makanan bergizi setiap hari, sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.
Selain sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia, Drs. H. Marlis, MM juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat, yaitu organisasi yang menjadi wadah berhimpunnya para Mitra Pemilik Dapur SPPG di Sumbar. Melalui organisasi ini, koordinasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas para pengelola dapur terus dilakukan secara berkesinambungan, agar seluruh Dapur SPPG dapat berjalan profesional, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa ikut ambil bagian dalam program ini. Selain membuka peluang kerja, kami merasa dilibatkan langsung dalam kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi anak-anak bangsa,” ungkap salah satu peserta wawancara penuh haru.
Lebih dari sekadar lapangan kerja, Dapur SPPG Alinia Nan Sabaris juga telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kebutuhan dapur yang rutin seperti beras, telur, ayam, sayur, dan buah turut menghidupkan kegiatan ekonomi lokal, memberi ruang bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM di sekitar untuk tumbuh bersama.
Tohid Saputra, S.Si, selaku Korcam SPPI Nan Sabaris, menyampaikan rasa bangganya melihat tingginya partisipasi masyarakat.
“Antusiasme warga Nan Sabaris sungguh luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai merasakan manfaat nyata dari hadirnya Dapur SPPG Alinia. Program MBG bukan hanya tentang gizi siswa, tapi juga tentang kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Drs. H. Marlis, MM menegaskan bahwa Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia melalui dukungan HMD GEMAS akan terus memperluas manfaat program ini di berbagai daerah.
“Kami ingin menghadirkan manfaat yang berlapis — bukan hanya gizi bagi anak bangsa, tapi juga kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Dengan semangat yang menyala dan partisipasi warga yang tinggi, Dapur SPPG Alinia Nan Sabaris siap menjadi teladan baru dalam menghadirkan sinergi antara program nasional dan pemberdayaan lokal.
Dari dapur kecil di Nagari, lahir semangat besar untuk negeri. (*/Redaksi)




