spot_img
spot_img

Ratusan Siswa Diduga Keracunan, Gubernur Sumbar Hentikan Operasional Dapur MBG di Agam

AGAM, ALINIANEWS.COM – Kasus dugaan keracunan massal mewarnai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hingga Kamis (2/10/2025) siang, jumlah korban terus bertambah dan sudah mencapai 108 orang. Mereka terdiri dari pelajar TK hingga SMP, guru, bahkan orang tua murid.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memastikan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, dihentikan sementara.

“Operasional dapur SPPG itu sudah kita hentikan sementara,” kata Mahyeldi saat rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Padang, Kamis (2/10/2025).

Iklan

Investigasi Satgas MBG

Penghentian itu, menurut Mahyeldi, merupakan langkah antisipasi agar dampak tidak meluas setelah puluhan siswa diduga keracunan usai menyantap menu nasi goreng pada Rabu (1/10/2025).

“Rupanya dapur ini belum ada kelaikannya,” ujarnya.

Mahyeldi menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG bersama pemerintah daerah sudah diturunkan untuk melakukan investigasi penyebab keracunan. “Kita belum mengetahui pasti penyebabnya, tapi tim bersama Satgas terkait sudah turun ke lapangan untuk mencari tahu,” katanya.

Mantan Wali Kota Padang itu juga mengaku heran dengan menu yang disajikan. “Pertanyaan kita, makan siang kok nasi goreng?” ungkapnya.

Laporan dari Agam

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi Ar, menjelaskan hingga Kamis (2/10/2025), sebanyak 28 korban masih menjalani perawatan intensif di tiga fasilitas kesehatan.

“Sebanyak 28 korban ini merupakan pelajar, guru, kakak, dan adik siswa yang berasal dari Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah,” katanya.

BACA JUGA  BPI KPNPA RI Sumbar Apresiasi Keberanian Kadisdik Hentikan Pengadaan Buku SMK Berpotensi Korupsi

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menyebut total korban sudah mencapai 108 orang. “Ini berdasarkan data korban yang dirawat di RSUD Lubuk Basung, Rumah Sakit Ibu dan Anak Rizki Bunda, serta Puskesmas Manggopoh,” ujarnya.

Roza menambahkan, gejala yang dialami para korban antara lain mual, pusing, dan sakit kepala. “Dari total 108 korban, 41 orang masih dirawat, sementara 67 lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik,” jelasnya.

Evaluasi Menyeluruh

Gubernur Mahyeldi menegaskan, evaluasi besar-besaran akan segera dilakukan terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh daerah. Menurutnya, hal itu penting agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah serupa.

“Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan lebih baik, sehingga program unggulan Presiden Prabowo dapat terlaksana tanpa ada masalah,” katanya.

Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, sekaligus pelajaran penting agar distribusi makanan bergizi gratis lebih berhati-hati dan sesuai standar keamanan pangan. (*/REL)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses