JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung memastikan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang selama ini ramai diperbincangkan tidak menjadi agenda dalam pertemuan pengurus inti Golkar dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/8).
Menurut Doli, justru sebaliknya, pertemuan tersebut menegaskan soliditas dukungan pemerintah terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
“Tidak ada secara spesifik disinggung soal munaslub. Kalau selama ini dikaitkan ada gerakan munaslub apalagi dikaitkan dengan Istana, saya kira pertemuan ini menegaskan bahwa pemerintah sangat nyaman dan merasa terus bisa bersama-sama dengan partai lain mendukung program-program pemerintah,” kata Doli.

Tidak Ada Intervensi Istana
Doli juga menepis anggapan bahwa ada intervensi Istana terhadap dinamika internal Golkar. Ia menegaskan mekanisme Munaslub hanya bisa dilakukan jika ada pelanggaran serius.
“Munaslub itu terjadi kalau ada persoalan melanggar AD/ART, ada pelanggaran hukum, atau pengunduran diri. Itu mekanisme internal. Kalau dikait-kaitkan dengan Istana, hari ini jelas ditegaskan bahwa Pak Prabowo memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Pak Bahlil,” tegasnya.
Lebih jauh, Doli menyebut dukungan Prabowo tidak hanya sebatas politik, tetapi juga mencerminkan keselarasan visi antara pemerintah dan Golkar.
Visi Prabowo Sejalan dengan Golkar
Dalam pertemuan itu, Presiden Ke-8 RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi, peningkatan pendapatan negara, hingga program langsung yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Tadi kami makin yakin bahwa visi yang pernah dibicarakan saat mendukung Pak Prabowo semakin ditegaskan kembali. Itu membuat kami merasa sangat tepat dalam memberikan dukungan penuh kepada beliau,” ujar Doli.
Koalisi Semakin Solid
Koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo saat ini terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan sejumlah partai lainnya. Bahkan, PDI Perjuangan baru-baru ini juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu juga membahas sejumlah program prioritas seperti pengelolaan sumber daya alam, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
“Kita juga mendiskusikan tentang bagaimana sistem politik yang ideal ke depan,” ungkap Bahlil, menyebut pertemuan tersebut berlangsung “konstruktif.”
(*/rel)




