Presiden Prabowo Subianto tampil memberikan arahan dalam pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Sorak semangat ribuan guru dan kepala Sekolah Rakyat memenuhi JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Di hadapan mereka, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar dan Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu misi besar: pendidikan sebagai kunci untuk memutus rantai kemiskinan.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat miskin ekstrem. “Sekolah Rakyat yang sedang Bapak-Ibu geluti hari ini akan berdampak kepada 3 juta orang miskin yang akan tertangani dengan sungguh-sungguh,” katanya penuh keyakinan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ke depan, penambahan jumlah Sekolah Rakyat diproyeksikan memberi dampak pada 27 juta masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
“Ini modal amat sangat besar untuk investasi Indonesia berjangka 15-20 tahun yang akan datang,” ujar Cak Imin. Sesuai Inpres 8/2025, ia dipercaya Presiden Prabowo untuk mengoordinasikan 47 kementerian dan lembaga demi memastikan Sekolah Rakyat sukses sebagai rumah pemberdayaan anak-anak dari keluarga miskin.
Tak hanya memberikan akses pendidikan gratis, Sekolah Rakyat disebut sebagai strategi jangka panjang memutus rantai kemiskinan. “Dengan program Sekolah Rakyat, beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan tidak hanya berkurang tapi juga masa depan anak-anak mereka akan lebih baik,” tegas Cak Imin.
Presiden Prabowo yang hadir dalam pembekalan itu memberi pesan menyentuh bagi para guru dan kepala Sekolah Rakyat. Ia menekankan agar pendidikan di sekolah ini tidak hanya mencerdaskan, tapi juga membahagiakan anak-anak. “Bina anak didikmu, didik mereka dengan baik, beri harapan kepada mereka, bantu mereka, buat mereka gembira, jangan buat mereka pesimis,” ucap Prabowo.
Prabowo menegaskan, guru dan kepala sekolah memiliki tugas mulia menyiapkan generasi yang kelak mampu mengangkat derajat orangtuanya keluar dari kemiskinan. “Anda sedang dalam rangka memutus rantai kemiskinan di seluruh dunia, mereka ini anak-anak yang dididik, nanti mereka akan kembali ke orang tua mereka, dan merekalah yang akan mengangkat orang tua mereka keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan pesan langsung kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia meminta anak-anak untuk selalu menghormati dan mencintai orangtuanya. “Hei anak-anak, hormati orang tuamu, cintai orang tuamu, cium kaki ibumu, jangan pernah kau rendah hati karena bapakmu kerja keras, jangan sekali kau sedih karena orang tuamu masih belum makmur sekarang, mereka bekerja keras untuk kalian,” kata Prabowo penuh penekanan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Sekolah Rakyat kini digadang sebagai pilar baru pemberdayaan masyarakat. Di pundak para guru dan siswa inilah harapan besar bangsa diletakkan: menciptakan generasi berdaya, mandiri, dan mampu menembus lingkaran kemiskinan.
(*/rel)




