Tokoh masyarakat Jack Chaidir dan Syafriadi, warga yang serahkan tanah seluas 2,9 hektar untuk bangun SMA. (Foto Yurnaldi/alinianews.com)
PADANG, ALINIANEWS.COM — Kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan oleh seorang warga Kota Padang, Syafriadi, ST. yang secara sukarela menyerahkan tanah milik keluarganya seluas 2,9 hektar untuk pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Muaro Gantiang, Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Tanah tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk membangun sekolah baru guna mengatasi keterbatasan akses pendidikan tingkat atas di kawasan tersebut. Saat ini, jarak ke SMA terdekat di wilayah itu mencapai sekitar 5 hingga 6 kilometer, sementara di sekitar lokasi terdapat sedikitnya enam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Banyak orang tua di sini kesulitan melanjutkan pendidikan anaknys ke jenjang SMA karena akses yang jauh. Saya berharap, dengan adanya sekolah ini, anak-anak Tabing dan sekitarnya lebih mudah menggapai pendidikan,” ujar Syafriadi, Selasa (2/7).
Dalam keterangannya kepada alinianews.com, di Padang, Jumat (4/7/2025) Syafriadi didampingi tokoh warga Yatmi Derita Jack Chaidir, BSc, Drs H Dian Wijaya.
Dian Wijaya yang mantan kepala dinas pendidikan mengatakan, ketika niat baik syafriadi ini disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, rencana membangun SMA disambut antusias dan siap memberikan dukungan.
“Pihak Dinas Pendidikan Kota Padang menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyatakan akan segera melakukan kajian dan pengurusan administrasi agar proses pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan,” jelas Dian.
Begitu juga dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Barlius, juga memberikan dukungan. “SMA menjadi tanggung jawab dan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi, sehingga niat baik warga Syafriadi ini harus kita sambut dengan suka cita dan kita dukung supaya segera terwujud,” ujar Barlius ketika ditemui Dian Wijaya di ruang kerjanya, Mei lalu.
Orang tua Syafriadi yang berusia 80 tahun lebih berharap SMA yang menjadi dambaan masyarakat sekitar segera diwujudkan.
Jack Chaidir menilai keinginan masyarakat dan keleuarga pemilik tanah, Syafriadi, adalah langkah luar biasa dari masyarakat. Kami apresiasi dan tentu akan mengupayakan agar pembangunan SMA ini bisa terealisasi secepatnya,” katanya.
Mantan Wali Kota Padang Prof. DR. Fauzi Bahar yang juga kini Ketua Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat, sangat mendukung niat baik pemilik tanah yang mau menyerahkan tanah untuk pembangunan SMA.
Langkah Syafriadi ini dinilai sebagai contoh nyata partisipasi masyarakat dalam mendorong kemajuan pendidikan. Pemerintah berharap semangat seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk bersama-sama membangun daerah, membangun Indonesia. (NAL)




