spot_img
spot_img

Bahlil Tegur PLN dan Jajaran ESDM: “Kurang Ajar Kalian Ini!”

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengikuti rapat kerja bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, ALINIANEWS,COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluapkan kekecewaannya terhadap jajaran kementerian dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta. Kekesalan Bahlil mencuat lantaran dirinya tidak menerima data terkini terkait desa-desa yang belum teraliri listrik, padahal hal itu telah ia laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyampaikan bahwa kemarin kami sudah rapat dengan Bapak Presiden, kami sedang memetakan prioritas sambung listrik ke masyarakat yang belum dapat sambung listrik,” ujar Bahlil di hadapan anggota dewan.

Iklan

Ia menyampaikan bahwa dari seluruh menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih, barangkali hanya dirinya yang pernah merasakan betapa sulitnya hidup tanpa listrik saat kecil.

“Itu kita pakai itu loh kaleng susu, pakai sumbu, pakai minyak tanah. Kalau belajar, bangun pagi, di sini hitam. Syukur kalau ke sekolah kita mandi. Kalau nggak mandi, pasti kelihatan hitamnya,” kenangnya.

Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun rencana besar untuk menciptakan swasembada energi di kawasan pedesaan. Namun, upayanya terhambat oleh data yang tidak sinkron antara kementerian dan PLN.

“Dan dalam hitungan kami, ada sekitar 5.600 desa yang harus kita lakukan, tapi tadi saya dapat laporan katanya PLN 10 ribu desa ya? Oh 10 ribu? Ini tambah, 10 ribu?” ucapnya, sambil menoleh ke jajaran ESDM dan Dirut PLN.

BACA JUGA  Prabowo Sambut Ratu Maxima di Istana Merdeka, Bahas Kerja Sama Kesehatan Finansial

Melihat ketidaksinkronan data tersebut, Bahlil terlihat geram dan secara terbuka menegur bawahannya.

“Ini nggak tahu dirjen saya yang nggak benar atau Dirut PLN-nya yang nggak benar? Kalian habis ini ketemu sama saya ya, kurang ajar kalian ini,” tegasnya.

Ia pun menambahkan dengan nada satir, “Masih mau jadi dirjen kau? Ini direksi PLN kelihatannya baru juga, jadi materinya baru, padahal Dirutnya cuma satu, nggak berubah-ubah.”

Di tengah kekesalan tersebut, Bahlil menekankan bahwa Presiden Prabowo menginginkan agar desa-desa yang belum memiliki akses listrik segera dialiri menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tanpa harus menunggu jaringan dari pusat kota atau kabupaten.

“Oke, data mereka ini mungkin yang up-to-date, sayanya yang tidak dilaporkan. Tapi prinsipnya begini, Pak Presiden meminta kepada kami untuk menghitung agar desa-desa yang belum ada listriknya kita pakai PLTS,” ungkapnya.

“Dan desa-desa yang belum ada jaringannya, itu tidak perlu menarik jaringan dari ibu kota kabupaten atau kecamatan. Tapi, kalau dia mempergunakan PLTS, jaringan lokal saja yang kita pakai,” tambahnya.

Pernyataan tegas dan emosi Bahlil mencerminkan tekadnya dalam mewujudkan akses energi yang merata dan cepat, khususnya bagi desa-desa yang selama ini belum menikmati penerangan. (*/rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses