BANGKOK, ALINIANEWS.COM–Mahkamah Konstitusi Thailand membuat keputusan mengejutkan pada 1 Juli 2025. Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra diskors dari jabatannya. Hal ini terkait dengan penyelidikan atas dugaan pelanggaran etika.
Pemicunya adalah bocornya percakapan telepon antara dirinya dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Percakapan yang terjadi pada 15 Juni 2025 itu memicu badai kritik. Sebab, Paetongtarn dianggap melanggar norma politik dan etika yang berlaku.
Dalam percakapan telepon yang bocor itu, Paetongtarn kedapatan menyebut Hun Sen sebagai “paman”. Ia juga mengkritik seorang komandan angkatan darat Thailand.


Ucapan ini dianggap tidak pantas. Apalagi, percakapan itu terjadi di tengah sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Sengketa itu menyebabkan seorang tentara Kamboja tewas pada 28 Mei 2025.(Mdk/NAL)




