DHARMASRAYA, ALINIANEWS.COM – Langit Padang masih bersahabat ketika roda bus mulai berputar perlahan meninggalkan kota. Pukul 09.00 pagi, rombongan peserta pelatihan jurnalistik dari Alinianews.com memulai perjalanan menuju Dharmasraya. Meski keberangkatan sedikit melewati jadwal, tak ada keluhan, tak ada wajah tergesa. Di dalam bus, waktu mengalir tenang. Setiap orang larut dalam dunia masing-masing sebagian menatap keluar jendela, menikmati panorama, sebagian lain tenggelam dalam percakapan ringan atau sekadar membiarkan pikiran melayang.
Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada yang mewakili instansi pemerintah, ada pula dari dunia jurnalistik. Beragam, tapi disatukan oleh semangat yang sama: menajamkan pena, mengasah kepekaan.
Tujuan mereka adalah Alinia Park and Resort, sebuah lokasi pelatihan yang terletak di Kecamatan Sitiung, Dharmasraya. Dikelilingi rimbunnya pepohonan dan udara segar pedalaman, tempat ini bukan sekadar lokasi pelatihan, tapi juga ruang hening untuk menemukan inspirasi.

Tak banyak yang tahu, Dharmasraya menyimpan sisi lain yang jarang disentuh media. Bukan hanya tentang kebun sawit atau geliat tambang. Di sini, ada keteduhan, ada keindahan yang tak terduga. Tidak jauh dari Sungai Duo nagari yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Sumatera Barat, terbentang lanskap yang menawarkan keheningan sekaligus kesejukan alam.
Pelatihan ini pun menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ia adalah perjalanan, baik secara fisik maupun batin. Perjalanan yang membawa para peserta tidak hanya menulis tentang dunia, tapi juga mendengarnya dari gemerisik dedaunan, dari suara air, dan dari cerita-cerita kecil yang sering luput pandangan.
Jalanan mulai berubah dari aspal halus menjadi jalur berbatu di tepi sungai. Guncangan kecil terasa di dalam kendaraan, tapi tak satu pun mengeluh. Justru, setiap guncangan itu menjadi pertanda: destinasi hampir tiba. Peserta pelatihan jurnalistik Alinia mulai menatap ke luar jendela, memandangi lanskap hijau yang semakin mendominasi. Mereka sedang menuju sebuah tempat yang jarang disebut dalam brosur wisata, namun menyimpan kejutan yang tak terduga: Alinia Park and Resort, sebuah surga tersembunyi di jantung hutan Dharmasraya.
Terletak di Kecamatan Sitiung, lokasi ini menawarkan pengalaman wisata yang tak biasa. Bayangkan sebuah resort berdiri di tengah hutan, lengkap dengan fasilitas modern, area bootcamp, dan panorama alam yang memeluk dari segala sisi. Konsepnya sederhana namun berani membawa kenyamanan ke dalam rimba, dan menjadikan alam bukan sekadar latar, tapi bagian dari pengalaman itu sendiri.
Begitu memasuki area resort, satu per satu peserta turun dari kendaraan. Sebanyak 25 orang, dengan mata yang membulat, senyum yang mengembang, dan langkah yang melambat seolah tak ingin melewatkan satu detik pun dari pemandangan di depan mereka. Tak ada suara selain desau angin dan decak kagum. Di hadapan mereka, berdiri bangunan-bangunan yang harmonis dengan alam bukan merusak, tapi menyatu.
Alinia Park and Resort bukan sekadar lokasi pelatihan. Ia adalah jeda. Ia adalah tempat di mana stres kota, tumpukan pekerjaan, dan rutinitas yang menjemukan bisa perlahan-lahan terlepas. Di tempat ini, menulis tak lagi hanya tentang kata-kata, tapi tentang merasakan, mengamati, dan menyerap kembali kehidupan dalam bentuknya yang paling alami.
Selama tiga hari, semangat para peserta memenuhi setiap sudut ruang pelatihan kepenulisan jurnalistik yang digelar oleh Alinianews.com. Tak tampak raut cemas ataupun gelisah hanya senyum, tawa, dan tatapan penuh antusiasme yang menyambut setiap sesi yang dimulai. Suasana hangat itu kian terasa saat pembukaan resmi dilakukan pada Jumat (13/6), diwakili langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) atas nama Bupati Dharmasraya. Momen itu menjadi titik awal dari sebuah perjalanan menulis yang bukan hanya mengasah pena, tapi juga mempererat semangat kebersamaan.
Di jantung Pulau Sumatera, Kabupaten Dharmasraya membentang luas dengan 11 kecamatan dan 52 nagari yang tersebar di penjuru wilayah. Dengan luas mencapai 2.961,13 kilometer persegi, daerah ini menyimpan ragam potensi, budaya, dan dinamika masyarakat yang khas.
Pada tahun 2017, jumlah penduduknya tercatat sebanyak 205.127 jiwa. Dengan sebaran sekitar 70 jiwa per kilometer persegi, Dharmasraya menyajikan kombinasi menarik antara hamparan ruang terbuka dan kehidupan sosial yang terus berkembang.

Penyerahan sertifikat kepada peserta pelatihan jurnalistik di alinia park and resort
Satu per satu, para pemateri hebat mulai berdatangan. Aura semangat dan antusiasme pun langsung mengisi ruang pelatihan. Di antara wajah-wajah yang haus akan ilmu, hadir sosok Eko Yance Edrie, wartawan senior yang sudah malang melintang di dunia media. Dengan gaya khas dan lugas, ia membagikan ilmu tentang 14 langkah menulis rilis berita sebuah panduan praktis namun padat makna bagi siapa pun yang ingin mengabarkan peristiwa dengan akurat dan menarik.
Tak lama berselang, giliran Drs. H. Marlis, M.M. yang tampil di hadapan peserta. Dalam materinya, ia tak sekadar berbicara soal menulis, tetapi tentang menjadi pribadi hebat penuh visi dan semangat. Ruangan pelatihan mendadak berubah menjadi ruang refleksi. Ia mengajak peserta untuk memandang lebih jauh ke depan, menjadikan jurnalistik sebagai alat perubahan, bukan sekadar profesi.
Usai istirahat dan salat Zuhur, pelatihan kembali mengalir. Kini, panggung diisi oleh birokrat senior sekaligus Sekretaris LKAAM Sumbar, Jasman Rizal. Dalam penyampaian yang tenang namun mengena, ia membahas bagaimana badan publik harus bersikap ketika berhadapan dengan wartawan. Materinya menukik langsung ke esensi: keterbukaan informasi sebagai hak publik, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Menyambung diskusi soal keterbukaan, hadir pula Mona Sisca dari Komisi Informasi. Ia menegaskan kembali pentingnya transparansi dalam pelayanan publik, serta bagaimana membangun kepercayaan masyarakat lewat akses informasi yang jelas dan bertanggung jawab. Suaranya tegas, argumennya mengalir, dan materinya menyentuh langsung realitas birokrasi hari ini.
Malam pun menjelang, tapi semangat peserta tak redup. Justru di sesi malam ini, dua nama besar di dunia jurnalistik tampil menutup rangkaian hari dengan energi yang tak kalah menginspirasi. Mariadi, Ketua PWI Dharmasraya dua periode, membagikan pengalaman panjangnya dalam dunia jurnalistik investigasi. Ia membongkar proses di balik berita tentang keberanian, ketelitian, dan komitmen terhadap kebenaran.
Lalu datang Yarnaldi, mantan wartawan Kompas yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Alinianews.com. Dengan cerita-cerita lapangan yang membekas, ia mengajak peserta menyelami dunia jurnalistik dari sisi yang lebih dalam bukan sekadar menulis, tapi juga bertanggung jawab karena dampak tulisan yang besar pengaruhnya.
Pagi hari di Alinia Park and Resort menyambut dengan sunyi yang menenangkan. Udara masih basah oleh embun, angin berembus perlahan menyapu wajah para peserta yang mulai berkumpul di area pelatihan. Peserta mendengarkan suara alam yang sedang bicara lewat ketenangan yang diberikannya. Hari ketiga pelatihan dimulai, dan bootcamp jurnalistik menjadi agendanya.
Tak ada ruang bersekat, tak ada suara AC, hanya pepohonan tinggi menjulang dan langit yang terbentang luas menjadi atap kelas hari ini. Belajar terasa berbeda ketika dilakukan di tengah alam. Setiap kata, setiap diskusi, seolah menyatu dengan suasana yang menyejukkan membuat siapa pun lupa bahwa mereka sedang dalam pelatihan.
Inilah pengalaman yang sulit dicari di tempat lain. Sebuah kelas jurnalistik yang tidak hanya mengajarkan cara menulis, tetapi juga bagaimana merasakan, mengamati, dan menyelami kehidupan dari sudut pandang yang lebih dalam. Di sini, kata-kata lahir bukan hanya dari kepala, tapi juga dari hati yang disentuh alam.
Waktu pun perlahan mendekati siang, pukul 12.00 para peserta kembali bertolak menuju Padang. Tapi ada yang akan mereka bawa pulang selain koper dan catatan sebuah kenangan tentang pagi yang sejuk, tentang belajar ilmu jurnalistik, dan tentang betapa menyenangkannya menjadi bagian dari cerita itu sendiri. (*/rel)




