spot_img
spot_img

Nan Jombang Gelar KABA Festival X 2025, Seni Tradisi di Tengah Resonansi Zaman

 

PADANG, ALINIANEWS.COM – Nan Jombang Dance Company pimpinan maestro Ery Mefri, tanggal 9-12 April 2025 menggelar KABA Festival bertajuk Nan Balega. Festival ini memperingati 42 tahun Nan Jombang Dance Company berkiprah dalam dunia seni pertunjukkan di pentas nasional dan internasional.

Direktur Festival Nan Jombang Dance Company Angga Mefri, Selasa (8/4/2025) di Padang mengatakan, KABA Festival tahun 2025 didukung penuh melalui Program Strategis Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan. “KABA Festival X Tahun 2025 Nan Balega bekerja sama dengan Taman Budaya Sumatera Barat, menampilkan kesenian tradisi kabupaten/kota se-Sumatera Barat,” kata Angga kepada Alinianews.com.

Iklan

Pengamatan Alinianews.com sepanjang Selasa di Taman Budaya Sumatera Barat, persiapan untuk KABA Festival X 2025 Nan Balega tampak semakin matang. Sejak pagi, kesibukan terlihat di berbagai sudut Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro Padang. Tenda-tenda telah berdiri, kursi penonton tersusun rapi, dan panggung siap menampilkan berbagai ekspresi seni tradisi dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Namun, satu hal yang menarik perhatian adalah dominasi warna hitam—dari tenda, sarung kursi, hingga tiang-tiang yang dicat seragam. Hitam, dalam banyak kebudayaan, sering diasosiasikan dengan duka, kekuatan, atau keteguhan. Namun, di tengah kondisi sosial saat ini, warna ini seolah menjadi resonansi bawah sadar dari keresahan yang melingkupi banyak orang.

Di berbagai penjuru negeri, protes dan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, pelemahan ekonomi, serta ketidakpastian masa depan semakin nyata. Dalam konteks ini, hadirnya festival seni tradisi bisa menjadi ironi sekaligus pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk politik dan ekonomi, budaya tetap menjadi akar yang menjaga identitas sebuah bangsa.

BACA JUGA  KPK Kantongi Bukti Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Kasus Korupsi Kuota Haji, Maktour Disorot

kaba festival

Berbeda dengan panggung-panggung demonstrasi yang belakangan ini marak di berbagai kota, KABA Festival X 2025 Nan Balega menghadirkan seni tradisi sebagai ruang ekspresi yang lebih subtil. Tidak ada teriakan protes atau spanduk perlawanan, tetapi mungkin di dalam alunan talempong, lenggokan tari, atau syair-syair kaba, akan muncul refleksi atas kehidupan yang sedang kita jalani. Sebab, meski seni tradisi sering dianggap sebagai warisan masa lalu, ia tetap hidup dalam konteks zaman yang terus berubah.

Selama tiga hari ke depan, panggung ini akan menjadi saksi bagaimana berbagai kelompok seni dari Sumatera Barat menampilkan kekayaan tradisi mereka. Apakah dalam gerak dan suara mereka akan tersirat kegelisahan zaman? Ataukah seni tradisi justru menjadi ruang untuk sejenak bernafas di tengah sesak kehidupan modern?

Itu semua akan terjawab di antara denting alat musik dan gerak para penari yang akan menghiasi festival ini. Kita akan melihat bersama, bagaimana seni tradisi berbicara di tengah kondisi yang terus bergejolak. Apakah ia hanya sekadar pertunjukan, atau justru menjadi cerminan dari jiwa masyarakat yang tak pernah lepas dari zamannya? (Armunadi/NAL)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses