ALINIANEWS.COM (Jakarta) – Tingginya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung membuat Bendung Katulampa, Bogor, memasuki status Siaga 3 pada Kamis (30/1) dini hari. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir di wilayah Jakarta, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, aliran air dari Bendung Katulampa diperkirakan akan sampai ke ibu kota dalam sembilan hingga 12 jam setelah status siaga diumumkan. BPBD mengimbau warga di 20 wilayah Jakarta yang berpotensi terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan luapan air.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Yohan, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada dampak signifikan akibat kenaikan muka air di Bendung Katulampa.
“Belum ada dampak signifikan imbas kenaikan muka air di Bendung Katulampa,” kata Yohan seperti dikutip dari CNN Indonesia. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi secara berkala.

BPBD DKI Jakarta juga meminta warga yang berada di wilayah rawan untuk segera mengambil langkah antisipasi. Beberapa tindakan yang disarankan antara lain memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi, menyiapkan tas siaga bencana, dan berkoordinasi dengan pihak berwenang jika kondisi semakin memburuk.
Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan di beberapa titik rawan banjir guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi luapan air.
Berdasarkan data BPBD, ada 20 wilayah di Jakarta yang berpotensi mengalami banjir akibat kenaikan muka air Sungai Ciliwung. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya adalah:
- Jakarta Timur: Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, dan Kebon Pala
- Jakarta Selatan: Pejaten Timur, Bukit Duri, Pengadegan, dan Rawajati
- Jakarta Pusat: Tanah Abang dan beberapa wilayah lainnya
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diharapkan lebih waspada. Pihak BPBD dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah menyiagakan petugas dan alat berat di berbagai titik untuk mengantisipasi kemungkinan banjir.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi terkini dari BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah. Warga juga disarankan untuk mengunduh aplikasi resmi kebencanaan agar dapat memperoleh update secara cepat dan akurat.
Jika terjadi banjir, masyarakat diminta untuk segera menghubungi pihak berwenang melalui nomor darurat yang telah disediakan. Upaya evakuasi akan dilakukan jika kondisi di lapangan mengharuskan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat tingginya debit air dari Bendung Katulampa.




