SPPG ALINIA Purwodadi Capai Progres 70 Persen, Ditargetkan Rampung April 2026 dan Segera Buka Rekrutmen Relawan Lokal
Rimbo Bujang – 9 April 2026 – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ALINIA Purwodadi di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal April 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 70 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
SPPG ALINIA Purwodadi ini merupakan SPPG ke-10 yang secara langsung dikelola oleh Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia (YAEI), sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Drs. H. Marlis, MM, didampingi Yance Kurniawan dan Hasnul selaku Mitra, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.

Selain progres fisik yang terus meningkat, kesiapan operasional SPPG juga telah berada pada tahap matang. Berbagai peralatan utama telah disediakan, di antaranya Food Tray, Rice Steamer, Pengering Ompreng, Meja Pemorsian, Rak 4 Tray, Genset, Wajan, APAR, P3K, Kipas Angin, Palet, Pisau, Talenan, serta kendaraan operasional berupa Mobil Gran Max.
Fasilitas pendukung seperti jaringan listrik PLN dan sumur bor juga telah siap digunakan. Sementara itu, seluruh kebutuhan material utama pembangunan—meliputi atap, baja ringan, GRC, plafon PVC, hingga keramik—telah tersedia lengkap di lokasi, sehingga percepatan penyelesaian dapat dilakukan secara optimal.
Dalam keterangannya, Marlis menegaskan bahwa proyek ini telah memasuki fase final menuju penyelesaian dan ditargetkan tuntas dalam bulan April 2026.
“Dengan progres yang telah mencapai 70 persen serta dukungan material dan peralatan yang sudah lengkap di lokasi, kami optimis SPPG ALINIA Purwodadi dapat diselesaikan tepat waktu pada bulan April ini. Ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan jaringan SPPG yang dikelola langsung oleh YAEI,” ujar Marlis.
Lebih lanjut, Marlis juga mengungkapkan bahwa seiring dengan mendekatnya tahap operasional, dalam waktu dekat akan dilakukan proses rekrutmen calon relawan dari masyarakat setempat.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional SPPG, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal agar dapat terlibat langsung dalam program pemenuhan gizi.
“Kami akan membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk bergabung sebagai relawan. Kehadiran SPPG harus memberi dampak nyata, baik dari sisi layanan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Dengan progres yang solid dan kesiapan yang semakin matang, SPPG ALINIA Purwodadi diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu pusat layanan pemenuhan gizi yang efektif, terukur, dan berkelanjutan di wilayah Rimbo Bujang dan sekitarnya. (*/Redaksi )



