spot_img
spot_img

Ketika Waktu Mempertemukan Kembali: Reuni Tak Terencana Empat Sahabat Alumni FPTK IKIP Padang BP 83

Ketika Waktu Mempertemukan Kembali: Reuni Tak Terencana Empat Sahabat Alumni FPTK IKIP Padang BP 83

Kabanjahe, 5 Februari 2026 – Ada pertemuan yang dirancang. Ada pula perjumpaan yang lahir begitu saja—tanpa undangan, tanpa agenda, namun sarat makna. Seperti yang terjadi di sebuah kediaman Farhan di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ketika empat sahabat lama akhirnya kembali duduk bersama, setelah hampir 38 tahun berjalan di jalan masing-masing. Mereka adalah Marlis, Farhan, Nani, dan Arjunal—alumni FPTK IKIP Padang BP 83. Empat nama yang pernah berbagi bangku kuliah, mimpi, tawa, dan kegelisahan masa muda. Empat insan yang pada tahun 1987, usai wisuda, langsung mengabdi sebagai PNS guru STM (kini SMK), membawa semangat pengabdian ke berbagai pelosok Sumatera Utara.

Marlis ditempatkan di STM Negeri 1 Lubuk Pakam. Sementara Farhan dan Arjunal mendapat amanah di STM Negeri 1 Brastagi. Kala itu, profesi guru adalah ladang pengabdian sekaligus harapan hidup. Mereka berangkat dengan idealisme yang sama: mencerdaskan generasi, membangun bangsa dari ruang kelas.

Iklan

Namun hidup, seperti sungai, tak selalu mengalir lurus. Pada tahun 1991, Marlis mengambil keputusan besar—bahkan bisa disebut nekat. Ia memilih berhenti sebagai ASN dan menapaki jalan baru sebagai entrepreneur. Sebuah langkah yang pada masanya terasa berat, penuh risiko, dan jauh dari zona nyaman. Banyak yang bertanya, tak sedikit yang meragukan. Tetapi Marlis percaya, setiap orang memiliki panggilan hidupnya sendiri.

BACA JUGA  Badan Gizi Nasional Bantah Pembagian Makan Bergizi Gratis Saat Sahur

20260205 145041

Waktu membuktikan keberanian itu tidak sia-sia. Di dunia usaha, Marlis perlahan menemukan irama baru kehidupannya. Dari jatuh bangun sebagai pengusaha, ia belajar tentang ketekunan, kejujuran, dan keberanian mengambil keputusan. Tanpa pernah direncanakan sebelumnya, jalan hidup itu kemudian membawanya memasuki ruang pengabdian yang berbeda: politik dan organisasi sosial. Ia dipercaya memimpin partai politik di tingkat Provinsi, lalu terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat selama dua periode (2009–2019). Di parlemen, ia kembali menyalurkan semangat yang dahulu tumbuh di ruang kelas—semangat melayani, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan membangun daerah. Tak berhenti di situ, Marlis juga aktif memimpin berbagai organisasi besar di Sumatera Barat, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang. Dari seorang guru STM, bertransformasi menjadi pengusaha, politisi, sekaligus tokoh organisasi—sebuah perjalanan yang tak pernah ia bayangkan ketika pertama kali berdiri di depan papan tulis puluhan tahun silam. Sementara itu, Farhan dan Arjunal tetap setia pada jalur pengabdian sebagai ASN hingga purna tugas sekitar dua tahun lalu. Mereka menutup masa bakti dengan penuh kehormatan, meninggalkan jejak pendidikan bagi ribuan anak bangsa.

Hari ini, tanpa rencana apa pun, tiga sahabat itu kembali dipertemukan. Marlis sebenarnya hanya sedang melakukan survei harga jeruk untuk kebutuhan Program MBG ke Brastagi dan Kabanjahe. Namun dari perjalanan kerja itulah, takdir menghadirkan reuni kecil yang penuh makna.

BACA JUGA  SIG Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir di Padang

Di ruang tamu rumah Farhan di Kabanjahe, senyum yang lama tersimpan kembali mengembang. Pelukan terasa hangat. Cerita lama mengalir deras—tentang murid-murid tempo dulu, tentang ruang kelas sederhana, tentang keputusan-keputusan besar yang membentuk siapa mereka hari ini. Mereka bukan lagi guru muda penuh idealisme. Mereka kini adalah sahabat yang diperkaya oleh pengalaman hidup masing-masing. Pertemuan itu menjadi pengingat lembut bahwa setiap pilihan, seberat apa pun, selalu membawa pelajaran. Empat sahabat. Empat jalan hidup. Satu ikatan yang sama. Dan di Kabanjahe, setelah hampir 38 tahun terpisah, kenangan itu akhirnya pulang—membuktikan bahwa persahabatan sejati tak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu waktu untuk kembali menyapa. (*/ Marlis )

 

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses