JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Sudrajat, penjual es keliling yang sempat dituding menjual es gabus berbahan spons, mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum aparat TNI dan Polri. Ia menyebut dipukul, ditendang, bahkan gerobaknya dirusak saat kejadian berlangsung.
“Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot. Ditendang,” ujar Sudrajat saat diwawancarai CNN Indonesia TV, Rabu (28/1).
Pria paruh baya itu mengatakan tendangan yang diterimanya cukup keras hingga membuat tubuhnya terpental. Ia juga mengaku dipukul di bagian bahu dan mata, serta disabet menggunakan benda keras.

“Iya, saya ditendang sampai mental. Ini di bahu, ini di mata,” katanya sambil menunjuk bekas luka.
“Disabet pakai rotan gitu, selang. Cetot, cetot,” lanjutnya menirukan suara sabetan.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 150 es kue dagangannya rusak dan tak bisa lagi dijual.
Anak Korban: Ayah Saya Trauma
Andi (19), anak kedua Sudrajat, mengatakan tudingan itu membuat ayahnya ketakutan untuk beraktivitas di luar rumah. Bukan karena merasa bersalah, melainkan takut disalahpahami masyarakat.
“Enggak usah dikata lagi, rasa takut mah masih ada aja. Apalagi kami orang kecil,” ujar Andi, dikutip dari detikcom.
Peristiwa ini bermula saat aparat TNI dan Polri mendatangi Sudrajat di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1). Mereka merespons laporan warga yang mencurigai es yang dijual mengandung spons atau bahan berbahaya.
Tanpa menunggu hasil uji laboratorium, aparat memeriksa dagangan Sudrajat dan merekam video yang kemudian viral. Dalam video itu, es disebut berbahan spons setelah dibakar.
Namun hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan seluruh sampel es aman dan layak dikonsumsi, tanpa kandungan berbahaya.
TNI Beri Sanksi, Polisi Janjikan Evaluasi
Menanggapi kejadian tersebut, TNI AD menjatuhkan sanksi disiplin kepada Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Serda Heri Purnomo.
“Dandim akan melakukan evaluasi internal dan memberikan Jam Komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat serta memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono, Rabu (28/1).
Menurut Donny, permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Serda Heri juga telah mendatangi rumah Sudrajat untuk meminta maaf secara langsung.
“Dandim 0501/JP dengan penuh rasa kekeluargaan mendatangi Bapak Sudrajat untuk bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan ikhlas,” ucap Donny.
Dalam pertemuan itu, pihak TNI juga memberikan bantuan berupa kulkas, kasur, dan dispenser sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan akan melakukan pembinaan terhadap jajarannya.
“Pasti ada pembinaan khusus. Dinamika kamtibmas terus berkembang dan perlu terus dievaluasi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung.
Polisi Akui Kesalahan, Minta Maaf
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan, juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya. Ia mengakui telah terlalu cepat menyimpulkan tanpa menunggu hasil pemeriksaan resmi.
“Kami menyadari telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinkes, Dokpol, atau Labfor,” ujar Ikhwan.
Ia berdalih tindakan itu dilakukan sebagai respons awal atas laporan warga yang khawatir akan peredaran makanan berbahaya.
“Namun seharusnya klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu,” tambahnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik setelah video penindakan terhadap Sudrajat viral di media sosial. Hasil uji laboratorium akhirnya membuktikan bahwa es gabus yang dijual aman dikonsumsi dan tidak mengandung spons seperti yang dituduhkan sebelumnya. (*/Rel)




